Putus Cinta, Pemuda Bunutan Karangasem Pilih Bunuh Diri

Karangasem, LenteraEsai.id – I Komang Sumadi (20), pemuda asal Banjar Dinas Cangwang, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, ujung-ujungnya memilih untuk bunuh diri setelah mengalami putus cinta dengan pacar yang dicintainya.

Pemuda lajang tersebut mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di bagian plafon kamar tidurnya. Ia ditemukan sudah tak lagi bernyawa dengan leher terikat dan tergantung menggunakan selembar selendang warna kuning pada Jumat (16/4) dini hari sekitar pukul 04:00 Wita.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Abang AKP Putu Agus Ady Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Benar, tadi pagi telah ditemukan seorang pemuda yang tewas gantung diri di rumahnya di Desa Bunutan,” katanya, menjelaskan.

Peristiwa gantung diri tersebut pertama kali diketahui oleh adik korban Ni Luh Putu Wulandari (16), yang mengaku kaget melihat kakaknya sudah terkujur kaku dengan leher terikat dan tergantung di bagian plafon kamar tidur korban.

Dengan perasaan panik, Wulandari langsung menyampaikan temuannya itu kepada ibu kandungnya Ni Nengah Bunter, yang selanjutnya pergi melapor kepada petugas Bhabinkamtibmas Desa Bunutan.

Kapolsek menyebutkan, dari hasil penyelidikan petugas, diperoleh informasi bahwa korban nekad mengakhiri hidupnya dengan jalan gantung diri, setelah sebelumnya mengalami putus cinta dengan sang pacar.

Dugaan putus cinta dengan pacarnya itu menjadi semakin kuat setelah petugas dan pihak keluarga menemukan bukti percakapasn tertulis antara Sumadi dengan sang pacar pada sebuah handphone milik korban.

“Pada handphone milik korban ditemukan komunikasi terakhir antara  Sumadi dengan si pacar, yang pada pokoknya wanita tersebut dengan tegas menyatakan putus cinta dengan korban,” ujar Kapolsek Ady Wijaya.

Selain lewat HP, juga ditemukan pesan korban dalam bentuk surat. Inti dari surat yang ditulis oleh korban menyatakan tidak ada masalah apapun dengan keluarga, sekaligus berpesan agar pacarnya diminta datang ke rumah guna melihat korban untuk yang terakhir kalinya.

Dalam surat tersebut juga bertuliskan, jika keluarganya ingin tahu kenapa korban nekad gantung diri, Sumadi menyuruh keluarganya untuk menanyakan kepada pacarnya.

“Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan pada jenazah korban,” kata AKP Ady Wijaya dengan menjelaskan, dikaitkan dengan beberapa barang bukti yang ditemukan, kuat dugaan kalau korban nekad bunuh diri setelah putus cinta dengan pacar yang sangat dicintainya.  (LE-Jun) 

Pos terkait