Tanah Longsor ‘Seruduk’ Pelinggih dan Tembok Penyengker Sanggah di Selat Karangasem

Karangasem, LenteraEsai.id – Tanah longsor akibat hujan deras yang terus-menerus mengguyur Kabupaten Karangasem sejak beberapa hari ini,  kembali terjadi di wilayah Bali bagian timur itu.

Kali ini, Minggu (31/1), bencana gerakan tanah muncul di Banjar Dinas Babakan, Desa Peringsari, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.

Bacaan Lainnya

Tanah longsor tersebut dilaporkan telah ‘menyeruduk’ sebagian tembok  penyengker sebuah sanggah yang diempon oleh tiga kepala keluarga (KK) yaitu I Gusti Lanang Rai, I Gusti Lanang Gede Parwata dan I Gusti Gede Karang hingga mengalami kerusakan.

Selain menjebol tembok, tanah longsor juga merusak sebuah pelinggih serta beberapa dasar pelinggih lainnya hingga retak-retak. Tidak hanya itu, hantaman material lonsoran yang terdiri atas tanah merah bercampur bebatuan itu juga mengkoyak bagian pojok tempat penyimpanan alat-alat upacara.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka luka dalam peristiwa tersebut, selain hanya kerugian material yang ditafsir mencapai Rp20 juta,” ungkap Kalaksa Arimbawa.

Ia menyebutkan, kondisi tanah di sekitar tempat kejadian yang cukup labil kemudian terus-menerus diguyur hujan deras, telah menjadikan kawasan rawan bencana tanah longsor.

Untuk melakukan penanganan, TRC BPBD Karangasem langsung bergerak ke lolasi kejadian guna melakukan pengkajian terlebih dahulu, kemudian mencari cara yang terbaik untuk dapat melakukan penanganan.  (LE-Jun) 

Pos terkait