PHRI Karangasem Bahas Pengelolaan Sampah Non Organik Berkelanjutan

Karangasem, LenteraEsai.id – Sampah non organik terutama sampah plastik bekas, cukup banyak betebaran hingga kemudian mencemari lingkungan termasuk di tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Karangasem, Bali.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem I Wayan Kariasa mengambil inisiatif dengan menggelar rapat bersama stakeholder terkait, bertempat di Hotel Seamount Amed, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Rabu (27/1).

Bacaan Lainnya

Dalam rapat tersebut pada pokoknya dibahas tentang sistem pengelolaan sampah non organik yang mungkin dapat dilakukan secara berkelanjutan di wilayah kabupaten di penghujung timur Pulau Bali ini.

“Masalah pengelolaan sampah non organik yang bersinergi dan berkelanjutan sangat penting untuk dicarikan solusi secepatnya, apalagi yang ada di tempat-tempat wisata, khususnya di wilayah pariwisata Amed,” ujar Kariasa.

Hal ini dilakukan untuk kemajuan ekonomi pariwisata berkelanjutan yang ada di Kabupaten Karangasem. Selain itu juga untuk menciptakan CHSE ( Cleanes, Healthy, Safety dan Environment) yang kini telah menjadi tuntutan bagi para wisatawan yang akan datang ke suatu objek wisata, ucapnya.

Ia menyebutkan, beberapa upaya belakangan ini sudah dilakukan oleh PHRI Karangasem untuk dapat mengurangi sampah non organik yang ada di tempat-tempat pariwisata yang ada di Kabupaten Karangasem.

Salah satunya, lanjut Kariasa, adalah dengan cara menggandeng komunitas Trash Hero melaksanakan acara bersih-bersih sampah di sepanjang pantai  tempat-tempat pariwisata yang ada di Kabupaten Karangasem.

Aksi bersih-besih dengan Trash Hero yang diagendakan digelar sepekan sekali, perlu terus digalakkan hingga sampah non organik betul-betul sirna dari kawasan objek wisata, bahkan lingkungan alam secara keseluruhan.

“Ini merupakan salah satu cara kita untuk dapat mengurangi penyebaran sampah non organik yang ada di beberapa tempat pariwisata di Kabupaten Karangasem,” ungkap Kariasa.

Dari hasil rapat yang dilakukan tersebut, semua komponen siap untuk berperang dalam hal penanganan sampah non organik sekali pakai. Selain itu dari pihak hotel dan restoran serta para pengusaha juga ditekankan untuk dapat meminimalisasi penggunaan sampah plastik sekali pakai.

“Semua sampah harus dikelola mandiri dengan cara memilah sampah itu sendiri dengan cara memisahkan antara sampah organik dan non organik,” katanya, menandaskan.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Kadis Lingkungan Hidup Karangasem, Plt Kadis Pariwisata Karangasem, Kadis Perkim Karangasem, Sekcam Abang, 5 Perbekel yang ada di Kecamatan Abang, dan 3 Bendesa Adat yang ada di Kecamatan Abang.

Selain itu juga hadir beberapa pemerhati lingkungan yang ada di wilayah Amed, seperti beberapa pentolan dari Yayasan Peduli Alam Amed dan Trash Hero yang siap untuk bersatu padu dalam mengelola sampah non organik di wilayah kabupaten yang berjuluk Gumi Lahar ini.  (LE-Jun)

Pos terkait