Karangasem, LenteraEsai.id – Kebakaran hutan di kawasan hutan lindung Gunung Abang-Agung di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, sempat mengundang ketakutan warga di sekitar tempat kejadian pada Rabu (23/9) malam.
Masalahnya, api yang berkobar cukup besar disertai suara letupan-letupan cukup keras itu, sempat membuat malam begitu terang di bagian lereng gunung yang masuk ke dalam wilayah hutan lindung Munduk Tukad Gamongan, Dusun Belong, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.
Beberapa warga Desa Ban ketika dihubungi Kamis (24/9) pagi, senada mengaku sempat dilanda ketakutan, khawatir kobaran api merembet ke wilayah perkampungan mereka. Soalnya, pada malam hari lokasi kebakaran nampaknya begitu dekat.
Perbekel Desa Ban I Gede Tamu Sugiantara membenarkan kalau api yang berkobar begitu besar terasa dekat pada malam hari, padahal sesungguhnya cukup jauh dari kawasan pemukiman warga.
Hanya saja, situasinya pada malam itu memang menghawatirkan, lantaran kondisi cuaca musim kemarau dan tiupan angin cukup kencang, sehingga banyak warga yang takut kebakaran bisa terus meluas dengan cepat.
“Cukup khawatir, karena cuaca panas dan angin kencang, takut kebakaran merembet ke wilayah pemukiman warga. Malam itu Jero Bendesa sempat nelpon saya, beliau bilang apinya lumayan besar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur Ir I Made Warta ketika dikonfirmasi pada malam kejadian menjelaskan, situasi tidak memungkinkan untuk dilakukan pemadaman karena malam begitu gelap. Untuk sementara hanya dilakukan pemantauan.
Kobaran Api Mereda
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Karangasem Ida Ketut Arimbawa mengatakan, berdasarkan hasill pemantauan pihaknya, kobaran api berikut kepulan asap yang sempat begitu besar, Kamis pagi ini sudah tidak terlihat lagi dari pos pantau di dekat jembatan Baturinggit, Kubu.
“Kami duga kobaran api sudah mulai mereda, meski nampaknya belum padam total,” ujar Arimbawa seraya menambahkan, ada kemungkinan tim gabungan diberangkatkan pagi ini untuk melakukan upaya pemadaman secara menyeluruh.
“Kami sedang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pemberangkatan tim gabungan. Tentunya bila api terlihat kembali berkobar di lereng gunung yang cukup sulit untuk dapat dijangkau tersebut,” katanya, menjelaskan.
Sejauh ini musibah tidak dilaporkan merenggut korban jiwa maupun luka-luka, karena memang lokasinya cukup jauh dari kawasan pemukiman penduduk. (LE-KR6)







