Jakarta, LenteraEsai.id – Indonesia membuka kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pertama di Tanzania sekaligus di kawasan Afrika Timur melalui kerja sama Kedutaan Besar RI (KBRI) Dar es Salaam dan Muslim University of Morogoro (MUM).
Duta Besar RI untuk Tanzania Tri Yogo Jatmiko meresmikan pembukaan kelas tersebut di Morogoro, Tanzania, Kamis (5/11). Program itu akan berlangsung hingga 15 Maret 2027.
“Hari ini, kita tidak hanya membuka kelas bahasa. Kita membuka pintu bagi masyarakat Tanzania untuk mengenal Indonesia lebih dekat, membangun persahabatan, dan menjajaki peluang baru bersama,” ujar Tri Yogo dalam keterangan tertulis KBRI, Kamis.
Ia mengatakan bahasa dapat menjadi jembatan untuk membangun persahabatan, mempertemukan budaya, dan membuka peluang kerjasama bagi kedua negara.
“Indonesia dan Tanzania dipisahkan oleh Samudra Hindia, tetapi bahasa dapat mendekatkan masyarakat kedua negara,” katanya.
Program BIPA tersebut merupakan inisiatif KBRI Dar es Salaam dengan dukungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, melalui penugasan dua tenaga pengajar.
Selain mempelajari bahasa Indonesia, peserta akan diperkenalkan dengan kekayaan budaya Nusantara, kehidupan masyarakat Indonesia, serta peluang melanjutkan pendidikan tinggi di Tanah Air. Pada 2026, sebanyak 68 warga Tanzania memperoleh beasiswa untuk menempuh pendidikan sarjana, magister, dan doktoral di Indonesia.
Beasiswa tersebut mencakup program Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Indonesian Aid Scholarship (TIAS), INSPIRE, Darmasiswa, Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), serta beasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Hingga saat ini, lebih dari 200 warga Tanzania telah mengenal dan menggunakan bahasa Indonesia melalui berbagai program pendidikan Indonesia. Kehadiran kelas BIPA di MUM diharapkan memperluas komunitas tersebut sekaligus memperkuat jejaring alumni Indonesia di Tanzania.
Pembukaan kelas BIPA juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dengan kawasan Afrika Timur, terutama di tengah penjajakan kerja sama perdagangan melalui Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan East African Community (EAC).
Melalui program tersebut, Indonesia berharap hubungan kedua negara tidak hanya berkembang melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui interaksi masyarakat, pendidikan, dan kebudayaan. (LE)
Source: ANTARA







