Pertamina Ajak Pemenang PGTC 2026 Saksikan MotoGP dan Jelajahi Budaya Lombok

Pertamina
Para pemenang Pertamina Goes to Campus 2026 menyaksikan langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 7–11 Oktober 2026 - (Foto: Dok PERTAMINA)

Mataram, LenteraEsai.id – PT Pertamina (Persero) menghadirkan pengalaman berkesan bagi para pemenang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 melalui kesempatan menyaksikan langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 7–11 Oktober 2026.

Tidak hanya menikmati ajang balap internasional, para peserta juga diajak mengenal lebih dekat kekayaan budaya, sejarah, dan destinasi wisata Lombok, sekaligus melihat secara langsung dinamika industri balap melalui kunjungan ke paddock Pertamina Enduro VR46 Racing Team.

Bacaan Lainnya

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari apresiasi Pertamina kepada mahasiswa berprestasi yang telah menunjukkan kreativitas dan inovasi melalui PGTC 2026. Lebih dari sekadar penghargaan, pengalaman di Mandalika memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan, memperoleh inspirasi baru, serta memahami keterkaitan antara dunia akademik, industri, dan potensi pariwisata Indonesia.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menyampaikan bahwa keikutsertaan para pemenang PGTC 2026 dalam rangkaian kegiatan di Mandalika merupakan bagian dari upaya Pertamina menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih luas bagi generasi muda.

“Melalui PGTC, Pertamina ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, menunjukkan inovasi, sekaligus mendapatkan pengalaman langsung yang dapat memperluas perspektif mereka. Kesempatan menyaksikan Pertamina Grand Prix of Indonesia, serta mengenal kekayaan budaya Lombok diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa untuk terus belajar, berkolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ujar Baron.

Salah satu pengalaman istimewa yang diperoleh peserta adalah kesempatan mengakses paddock Pertamina Enduro VR46 Racing Team. Di area tersebut, peserta dapat melihat lebih dekat lingkungan kerja tim balap profesional dan memahami bahwa performa di lintasan tidak hanya ditentukan oleh pembalap, tetapi juga didukung oleh kolaborasi tim, kesiapan teknis, strategi, ketelitian, dan profesionalisme dalam menjalankan setiap peran.

Jared Tristan Wibisono asal Universitas Indonesia yang merupakan pemenang Energy Debating Championship mengaku sangat terkesan dengan perjalanan ke Lombok kali ini.

“Perjalanan kali ini merupakan pengalaman berharga bagi kami, bisa mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika. Mulai dari menyaksikan balapan, mengunjungi paddock, hingga mengenal keindahan dan budaya Lombok. Kami datang dengan harapan meraih prestasi, pulang membawa kenangan, inspirasi, dan persaudaraan. Kami datang sebagai kompetitor, tetapi pulang sebagai keluarga,” ujar Jared.

Selain mendapatkan pengalaman di sirkuit, peserta juga mengeksplorasi kekayaan budaya dan sejarah Lombok melalui kunjungan ke Islamic Center Hubbul Wathan dan Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB). Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal identitas budaya, nilai sejarah, serta keberagaman warisan yang menjadi bagian penting dari karakter masyarakat NTB.

Perjalanan dilanjutkan dengan kunjungan ke Desa Ende, salah satu destinasi wisata budaya di Lombok yang memperkenalkan peserta pada tradisi dan kehidupan masyarakat Sasak. Melalui interaksi langsung dengan lingkungan desa, peserta memperoleh pengalaman untuk memahami bagaimana budaya lokal tetap dijaga dan diwariskan, sekaligus menjadi daya tarik pariwisata yang memperkuat identitas daerah.

Rasa bangga juga diungkapkan oleh Beatrice Frederica Sungkono, 2nd Runner-up Energy Debate Championship dari Universitas Pelita Harapan. Ia menyampaikan bahwa kunjungan ke Islamic Center, Museum Negeri NTB, dan Desa Ende memberikan pemahaman lebih dekat mengenai kekayaan budaya Indonesia.

“Bagi saya, kegiatan ini bukan hanya tentang menyaksikan ajang balap kelas dunia, tetapi juga mengenal lebih dekat sejarah dan budaya daerah yang menjadi tuan rumahnya. Saya belajar bahwa kemajuan industri dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan serta menjadi kekuatan untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia,” ungkap Beatrice.

Melalui PGTC 2026, Pertamina terus mendorong pengembangan generasi muda melalui pengalaman yang memperkaya wawasan, memperluas jejaring, dan membuka perspektif terhadap dunia profesional. Pengalaman di Mandalika diharapkan menjadi bekal bagi para pemenang untuk terus berinovasi, memperkuat kompetensi, serta berkontribusi bagi kemajuan industri dan masyarakat Indonesia.

Dari ruang akademik menuju panggung internasional, Pertamina berupaya menghadirkan pengalaman yang menghubungkan semangat inovasi mahasiswa dengan dinamika industri dan kekayaan potensi Indonesia. (LE-ViV)

Pos terkait