Denpasar, LenteraEsai.id – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun ke-77 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok yang diperingati tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, Koster juga mendorong penguatan kerja sama Bali dengan Tiongkok, khususnya di bidang energi bersih.
Ucapan tersebut disampaikan Koster saat menghadiri peringatan HUT ke-77 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok di Bali Beach Convention Center, Sanur, Selasa (29/9/2026). Di hadapan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhisheng, Koster berharap hubungan Indonesia-Tiongkok maupun Bali-Tiongkok yang selama ini telah terjalin baik dapat terus ditingkatkan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, saya menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun ke-77 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok,” ujar Koster.
Ia berharap Tiongkok semakin maju serta hubungan kerja sama dengan Indonesia dan Bali semakin berkembang.
Menurut Koster, hubungan Bali dengan Tiongkok telah berlangsung sejak lama dan memiliki keterkaitan historis. Kerja sama tersebut berkembang di berbagai bidang, mulai dari budaya, ekonomi, perdagangan, ekspor buah-buahan, industri kerajinan rakyat, hingga pariwisata dan pendidikan.
Di sektor pariwisata, Koster menyebut jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Bali hingga 31 Agustus 2026 telah mencapai lebih dari 400 ribu orang.
Kerja Sama Pengolahan Sampah
Koster juga menyoroti kerja sama terbaru Indonesia dan Tiongkok di Bali melalui pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Proyek tersebut telah menjalani groundbreaking pada 8 Juli 2026. Pembangunan ditargetkan selesai pada Oktober 2027 dan mulai beroperasi sekitar November atau Desember 2027.
Proyek yang dikerjakan Weiming Environment Protection Co., Ltd tersebut diproyeksikan mampu mengolah sekitar 1.500 ton sampah per hari, terutama yang berasal dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Koster berharap kerja sama tersebut dapat diperluas ke sektor energi bersih lainnya, salah satunya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
“Kalau memungkinkan adanya investasi energi bersih, salah satunya PLTS yang sedang diproses oleh PT PLN,” katanya.
Ia menyebut rencana pembangunan PLTS di Bali memiliki kapasitas sekitar 1.000 hingga 1.500 MWp. Menurut Koster, Tiongkok memiliki keunggulan teknologi sekaligus kapasitas pendanaan yang dapat mendukung pengembangan energi bersih di Bali.
“Kami sangat mengharapkan investasi dari China untuk mewujudkan energi bersih guna mendukung Bali Mandiri Energi,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan energi bersih dibutuhkan untuk mewujudkan Bali yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Hubungan Tiongkok-Indonesia
Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Zhang Zhisheng mengatakan hubungan Tiongkok dan Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik.
Ia mengatakan Tiongkok tidak hanya berupaya mengembangkan negaranya sendiri, tetapi juga mendorong kerja sama internasional dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Zhang menyebut Presiden Tiongkok Xi Jinping telah mengajukan gagasan membangun Komunitas Senasib Sepenanggungan Umat Manusia serta sejumlah inisiatif global di bidang pembangunan, keamanan, peradaban, dan tata kelola.
“Ke depan, Tiongkok siap bekerja sama dengan Indonesia untuk melaksanakan kesepakatan strategis para pemimpin kedua negara dan membangun komunitas senasib sepenanggungan antara Tiongkok dan Indonesia,” katanya.
Ia juga menyatakan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar akan terus berperan sebagai jembatan penghubung untuk memperdalam dan memperluas kerja sama antarwilayah.
Kerja Sama Bali-Tiongkok
Zhang mengatakan hubungan Tiongkok dan Indonesia telah berkembang dalam berbagai sektor. Dalam setahun terakhir, sejumlah kerja sama disebut telah membuahkan hasil.
Di bidang politik, pemerintah Tiongkok telah mengundang Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk menghadiri KTT APEC di Tiongkok pada November 2026.
Di bidang penanggulangan bencana, program Kemitraan Tanggap Darurat Berbasis Masyarakat Indonesia juga telah diluncurkan. Tim Penyelamat Kesejahteraan Masyarakat Shenzhen menyelenggarakan pelatihan layanan publik di sejumlah lokasi, termasuk Denpasar dan Buleleng, untuk meningkatkan kemampuan tanggap darurat serta pengurangan risiko bencana.
Di bidang ekonomi, Zhang menyebut Tiongkok tetap menjadi salah satu mitra dagang terbesar dan sumber investasi asing bagi Indonesia. Khusus Bali, salak Bali telah berhasil memasuki pasar Tiongkok, sementara ekspor produk laut melalui rantai pendingin terus dikembangkan.
Kerja sama konektivitas juga diperkuat dengan kembali beroperasinya penerbangan langsung Beijing-Denpasar.
Selain itu, Provinsi Yunnan sebagai provinsi sahabat Bali telah melaksanakan tahap ketiga proyek kerja sama pariwisata pertanian lestari di Kabupaten Tabanan.
Di sektor energi, PT General Energy Bali yang merupakan bagian dari China Huadian Corporation disebut memiliki peran dalam menjaga kestabilan pasokan listrik di Bali. Sementara proyek PSEL Bali yang didanai Weiming Environment Protection Co., Ltd telah mulai dibangun.
Zhang mengatakan proyek tersebut diharapkan dapat menghadirkan teknologi dan pengalaman Tiongkok dalam pengelolaan lingkungan hidup di Bali.
Kerja sama juga berkembang di bidang seni dan budaya. Pematung Bali telah berpartisipasi dalam Festival Internasional Salju dan Es Harbin selama beberapa tahun berturut-turut. Musisi Bali juga telah tampil di Shanghai, Guangzhou, dan sejumlah kota lainnya.
Berbagai kerja sama tersebut, kata Zhang, menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan masyarakat dan pemerintah Tiongkok dengan Indonesia, khususnya Bali. (LE-003)







