Dinkes Buleleng Terima Studi Tiru DPRD Banyuwangi, Bahas Percepatan Eliminasi TBC 2030

Dinkes Buleleng Terima Studi Tiru DPRD Banyuwangi, Bahas Percepatan Eliminasi TBC 2030
Kunjungan kerja DPRD Banyuwangi dalam rangka studi tiru strategi penanggulangan TBC. (Foto: Pemkab Buleleng)

Buleleng, LenteraEsai.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja Pimpinan DPRD Kabupaten Banyuwangi dalam rangka studi tiru strategi penanggulangan Tuberkulosis (TBC).

Kunjungan yang dipimpin Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, tersebut diterima langsung oleh Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Dewa Putu Merta Suteja, didampingi Pengelola Program TBC dan Plt Kasubag Umum di Aula Dinas Kesehatan Buleleng, Kamis(17/09).

Bacaan Lainnya

Pertemuan difokuskan pada pembahasan strategi pemerintah daerah dalam percepatan penanggulangan dan pengendalian TBC melalui penguatan deteksi dini, pengobatan dan pencegahan penularan.

Dalam pemaparannya, dr. Merta Suteja menyampaikan empat pilar strategis Dinkes Buleleng diantaranya:

1. Komitmen Regulasi dan Kelembagaan yang Kuat

Pemkab Buleleng telah menerbitkan Peraturan Bupati Buleleng Nomor 38 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC Tahun 2025-2030. Untuk implementasinya, dibentuk KOPI TBC (Koalisi Organisasi Profesi Indonesia), Tim PPM (Public Private Mix), dan TP2TBC (Tim Percepatan Penanggulangan TBC) tingkat kabupaten.

2. Inovasi POBIA MANTAN

Inovasi unggulan Buleleng yaitu POBIA MANTAN yang merupakan akronim dari Penjaringan, Obati, Bersama Penyintas, Inisiasi HIV, Anak Kontak. Keunggulan program ini adalah pelibatan aktif penyintas TBC sebagai kader pendamping pasien dan edukator masyarakat.

3. Perluasan Skrining Aktif Berbasis Populasi Berisiko

Buleleng melakukan penemuan kasus aktif secara masif di Lapas, Panti Asuhan, Pelabuhan, Posyandu, serta mengintegrasikan skrining TBC dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

4. Pemberdayaan Desa dan Penguatan Kemitraan

Melalui pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC, serta kemitraan strategis dengan ADINKES, SSR PPTI Cabang Buleleng, dan seluruh Fasyankes pemerintah dan swasta.

Plt Sekdis Kesehatan Buleleng, dr Dewa Putu Merta Suteja, menyambut baik kunjungan ini. “Ini sebagai momentum berbagi praktik baik (best practices) kepada semua pihak, sehingga bisa menurukan kasus TBC,” ungkap dr. Merta.

Sementara Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, mengapresiasi komitmen dan inovasi Buleleng. “Inovasi di Kabupaten Buleleng ini sangat komprehensif dan tentunya dapat direplikasi di Banyuwangi,” ucap Cahyana Negara.

Melalui pertemuan ini, kedua daerah berharap dapat saling menguatkan dalam upaya akselerasi penemuan kasus, peningkatan angka keberhasilan pengobatan, dan mewujudkan target eliminasi TBC tahun 2030. (LE-VJ)

Pos terkait