Demokrat Bali Dorong Kebersihan dan Pengembangan Potensi Wisata Pura Rambut Siwi

Demokrat Bali
Partai Demokrat Bali mengadakan kegiatan bersih lingkungan, pelepasan burung merpati dan penanaman pohon di Kawasan Pantai Pura Rambut Siwi, Jembarana, pada Jumat (14/8/2026) - (Foto: Dok LenteraEsai)

Negara, LenteraEsai.id – Merawat lingkungan bukan sekadar menjaga kebersihan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap alam yang menjadi sumber kehidupan. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan bersih lingkungan, pelepasan burung merpati, dan penanaman pohon yang digelar relawan Partai Demokrat Bali di kawasan Pantai Pura Rambut Siwi, Jembrana, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar dengan semangat merawat Ibu Pertiwi sekaligus mengajak masyarakat membangun kepedulian terhadap lingkungan. Kawasan Pura Rambut Siwi dipilih karena memiliki nilai spiritual, sejarah, serta keindahan alam yang perlu dijaga bersama.

Bacaan Lainnya

Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta mengatakan Pura Rambut Siwi merupakan salah satu pura Dang Kahyangan yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan spiritual Danghyang Nirartha, tokoh suci yang berperan penting dalam perkembangan Hindu-Dharma di Bali.

Menurut sejarah yang berkembang di masyarakat, Danghyang Nirartha melakukan perjalanan spiritual ke berbagai wilayah Bali. Ketika berada di kawasan Jembrana, beliau disebut pernah melakukan pertapaan dan memberikan potongan rambutnya kepada masyarakat setempat sebagai simbol berkah dan perlindungan. Dari kisah tersebut kemudian muncul nama Rambut Siwi.

Pura Rambut Siwi juga memiliki keunikan karena berdiri di atas tebing dengan panorama laut lepas. Dari kawasan pura, hamparan Samudra Hindia dapat terlihat dengan jelas. Keindahan alam tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari daya tarik kawasan.

Karena itu, Mudarta menilai menjaga kebersihan kawasan Rambut Siwi bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan masyarakat yang datang untuk beribadah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan potensi wisata dan kelestarian alam.

“Ini gerakan merawat Ibu Pertiwi. Keunggulan kita adalah adat dan budaya. Sekarang kita getarkan juga gerakan membersihkan alam. Demokrat ingin memberikan contoh nyata bahwa sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Mudarta.

Ia menegaskan persoalan sampah tidak dapat dibebankan kepada pemerintah atau kelompok tertentu. Setiap orang memiliki peran untuk menjaga lingkungan, terlebih Bali sangat bergantung pada sektor pariwisata sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat.

Menurutnya, lingkungan yang bersih dan asri akan memberikan rasa nyaman bagi wisatawan sekaligus menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata. Sebaliknya, persoalan sampah yang tidak ditangani dapat mengurangi daya tarik kawasan wisata.

“Tuhan menciptakan alam, kita yang bertugas merawatnya,” katanya.

Mudarta mengaitkan pesan tersebut dengan konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan.

Semangat itu, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Membersihkan sampah, menanam pohon, menjaga kawasan pantai, serta tidak merusak lingkungan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap alam.

Kegiatan di Rambut Siwi menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan langkah besar. Kepedulian dapat dimulai dari tempat terdekat dan dilakukan secara bersama-sama.

Pesan moral yang ingin dibangun sederhana: alam yang bersih bukan hanya untuk dinikmati hari ini, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi mendatang. Menjaga lingkungan berarti menjaga kehidupan, budaya, pariwisata, sekaligus masa depan Bali. (LE-ViV)

Pos terkait