Patopengan Surya Candra Hidupkan Warisan Leluhur di Panggung PKB 2026

Patopengan Surya Candra hidupkan warisan leluhur di panggung PKB 2026
Paguyuban Seni Surya Candra Duta Kota Denpasar, Bali, menghidupkan kembali warisan leluhur lewat seni patopengan di PKB 2026, Denpasar, Jumat (3/7/2026). ANTARA/Silvia

Denpasar, LenteraEsai.id – Paguyuban Seni Surya Candra, Desa Adat Sanur, Desa Sanur Kaja, Duta Kota Denpasar, Bali, menghidupkan kembali warisan leluhur lewat penampilan Rekasadana (Pergelaran) Patopengan dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Ketua Paguyuban Seni Surya Candra I Kadek Sumariyasa di Denpasar, Jumat, mengatakan garapan tersebut dipersiapkan selama kurang lebih enam bulan dengan menghadirkan pengembangan seni patopengan tanpa meninggalkan pakem tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bacaan Lainnya

“Karya ini kita garap kurang lebih enam bulan dengan bentuk-bentuk pengembangan patopengan, namun di ajang PKB 2026 ini kami ingin menghidupkan lagi, mengembangkan, warisan leluhur tanpa mengubah pakem,” katanya.

Sumariyasa mengatakan seni patopengan memiliki nilai historis yang kuat dalam kehidupan umat Hindu di Bali karena menjadi bagian dari tradisi dan iring-iringan upacara keagamaan.

“Topeng ini dalam kaitannya dengan umat Hindu memiliki sejarah yang sangat luar biasa, sehingga patopengan ini sangat penting untuk kita pelajari dan tetap diwariskan karena menjadi sebagian dari iring-iringan upacara bagi umat Hindu,” ujarnya.

Menurut Sumariyasa, tantangan terbesar dalam mengembangkan seni patopengan adalah menjaga keseimbangan antara kreativitas dan pelestarian nilai-nilai tradisi yang telah memiliki aturan atau pakem.

“Tantangan yang kami hadapi yaitu tidak boleh sembarangan untuk mengembangkan tradisi ini. Tetap kita memberikan ruang untuk berkreasi, tetapi harus tetap pada pakem yang sudah berlaku,” katanya.

Dalam pementasan tersebut, Paguyuban Seni Surya Candra melibatkan 76 seniman yang terdiri atas 38 penari dan 38 penabuh gamelan.

Melalui penampilan pada PKB 2026, pihaknya berharap seni patopengan terus mendapat tempat di hati masyarakat dan mampu bertahan di tengah perkembangan zaman.

“Harapan kami kepada masyarakat agar tetap mencintai seni patopengan ini, betul-betul mengembangkan seni dan budaya seiring dengan perkembangan zaman, tetapi patopengan ini tidak boleh sampai punah,” kata Sumariyasa. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait