San Diego, LenteraEsai.id — Startup mahasiswa Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. TERANGIN, startup binaan Pertamuda Seed & Scale 2025 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), berhasil menembus Top 6 dalam ajang Fowler Global Social Innovation Challenge 2026 yang diselenggarakan University of San Diego pada 1–2 Mei 2026.
Dalam kompetisi tersebut, TERANGIN bersaing dengan 43 semifinalis dari 34 universitas yang berasal dari 10 negara. Inovasi yang diusung berupa alat pengendali hama tanaman berbasis energi terbarukan, memanfaatkan kincir angin dan panel surya sebagai sumber listrik untuk mengoperasikan lampu perangkap.
Founder TERANGIN, Muhammad Hanif, mengatakan keikutsertaan dalam ajang global ini memberikan banyak pengalaman berharga, mulai dari memperluas jejaring hingga memahami standar kompetisi internasional.
“Kompetisi ini membuka wawasan kami untuk bertemu calon mitra global dan merasakan langsung persaingan di level internasional,” ujarnya.
Atas capaian tersebut, TERANGIN masuk dalam jajaran Top 4 dan memperoleh pendanaan sebesar USD3.000 sebagai dukungan pengembangan inovasi. Dalam kompetisi ini, juara pertama meraih USD25.000, disusul juara kedua USD15.000 dan juara ketiga USD10.000.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan TERANGIN menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan memberikan solusi bagi tantangan global.
“Pencapaian ini menunjukkan daya saing tinggi inovasi anak bangsa. Kami bangga dapat terus mendukung generasi muda untuk melangkah ke panggung global,” katanya.
Selain TERANGIN, startup Indonesia lainnya, Pe-Novtra dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), juga berpartisipasi dalam ajang tersebut meski belum berhasil melaju ke babak akhir. Pe-Novtra menghadirkan inovasi alat panen kelapa sawit berbasis self-charging system dengan teknologi piezoelektrik.
Kompetisi ini turut diikuti berbagai universitas dunia, seperti California State Polytechnic University, Colgate University, Michigan State University, San Diego State University, Georgetown University, hingga University of London.
Meski belum menempati tiga besar, capaian TERANGIN dinilai menjadi tonggak penting dalam pengembangan social enterprise Indonesia. Partisipasi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem kewirausahaan sosial global serta membuka peluang kolaborasi internasional.
Fowler Global Social Innovation Challenge merupakan kompetisi tahunan yang mempertemukan startup berbasis social enterprise dari berbagai negara untuk menghadirkan solusi inovatif atas persoalan sosial melalui sesi pitching di hadapan juri dan investor global. (LE-003)







