Top 3 Pertamuda 2025 Pitching di Startup Grind Global Conference, Tembus Panggung Investor Silicon Valley

Pertamuda 2025
TOP 3 Pertamuda Seed & Scale 2025 mencatatkan capaian penting dengan tampil dalam sesi One Minute Pitching pada ajang Startup Grind Global Conference 2026 di Silicon Valley, Amerika Serikat, Kamis (30/4/2026) - (Foto: Dok Humas PERTAMINA)

San Francisco,  LenteraEsai.id — Delegasi Top 3 Pertamuda Seed & Scale 2025 (Pertamuda 2025) tampil dalam sesi one minute pitching pada ajang Startup Grind Global Conference 2026 di Silicon Valley, Amerika Serikat, Kamis (30/4/2026). Momen ini menjadi kesempatan strategis bagi startup mahasiswa Indonesia untuk mempresentasikan inovasi mereka di hadapan investor global.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menilai eksposur internasional sebagai faktor penting dalam percepatan pertumbuhan startup.

Bacaan Lainnya

“Kesempatan pitching di forum global bukan sekadar memperkenalkan ide, tetapi juga membuka akses kolaborasi strategis dan peluang investasi,” ujarnya.

Dalam sesi tersebut, para delegasi menyampaikan gagasan bisnis secara singkat, padat, dan persuasif di hadapan investor, venture capital, serta pelaku industri teknologi global.

Sejumlah startup yang tampil antara lain Drillytics dari Institut Teknologi Bandung yang mengembangkan platform analisis bahaya pengeboran berbasis kecerdasan buatan (AI), serta Cargovision dari kampus yang sama dengan solusi inspeksi kargo berbasis AI melalui analisis visual dan citra sinar-X.

Selain itu, NauticalNurture dari Universitas Airlangga menghadirkan inovasi berbasis keberlanjutan di sektor maritim. Orionex dari Universitas Gadjah Mada memperkenalkan platform AI AutoInsight dengan teknologi Optical Character Recognition (OCR) untuk ekstraksi data otomatis.

Dari Institut Teknologi Sepuluh November, TERANGIN menghadirkan alat pengendali hama berbasis energi angin dan surya. Sementara VELAARIS dari Universitas Indonesia fokus pada efisiensi operasional kapal dan pengurangan emisi. Adapun HIEREN dari Universitas Jenderal Soedirman menawarkan solusi energi terbarukan berbasis koperasi dengan sistem modular plug-and-play.

Partisipasi ini menjadi ruang uji bagi para startup untuk mengukur daya tarik ide sekaligus memahami standar global dalam membangun bisnis berbasis inovasi.
Salah satu delegasi, Albert Rafael dari NauticalNurture, mengaku bangga dapat tampil di hadapan investor internasional.

“Ini pengalaman luar biasa. Meski menegangkan, kesempatan ini sangat berharga untuk belajar masuk ke panggung global,” ujarnya.

Sementara itu, Managing Director Progressive Venture, Mala Ramakrishnan, menyatakan ketertarikannya terhadap solusi yang ditawarkan delegasi Indonesia, khususnya dari founder perempuan yang dinilai menghadirkan perspektif berbeda.

Melalui program Pertamuda, PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis inovasi. Selain kompetisi, program ini juga memberikan pembinaan, mentoring, serta akses ke jejaring global.

Keikutsertaan dalam forum internasional ini diharapkan menjadi langkah awal bagi startup mahasiswa Indonesia untuk memperluas pasar, memperkuat jejaring, serta membawa inovasi lokal ke tingkat global. (LE-003)

 

Pos terkait