San Francisco, LenteraEsai.id — Delegasi program Pertamuda Seed & Scale 2025 (Pertamuda 2025) melakukan kunjungan resmi ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco pada April 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda internasional untuk memperkuat koneksi startup mahasiswa Indonesia dengan dukungan pemerintah di luar negeri.
Rombongan delegasi Pertamuda 2025 diterima langsung oleh Konsul Jenderal RI di San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana, bersama jajaran KJRI, yakni Consul for Economic Affairs Ali M. Sungkar, Consul for Information & Sociocultural Affairs Monica Sonya Maria Purba, serta Vice Consul for Economic Affairs Fanny J. Perdani.
Delegasi Pertamuda 2025 yang hadir merupakan perwakilan startup terbaik Pertamuda, antara lain Drillytics (Institut Teknologi Bandung), Cargovision (Institut Teknologi Bandung), NauticalNurture (Universitas Airlangga), Orionex (Universitas Gadjah Mada), Terangin (Institut Teknologi Sepuluh November), Velaaris (Universitas Indonesia), serta Hieren (Universitas Jenderal Soedirman).
Kegiatan ini turut didampingi oleh Senior Expert Non-Government Relations PT Pertamina (Persero) Audy A. Nasution dan Project Director Pertamuda Seed & Scale Grace Jeanie. Hadir pula perwakilan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS) dari berbagai kampus, termasuk University of California, Berkeley dan Academy of Art University.
Pertemuan berlangsung hangat dan konstruktif dengan pembahasan yang menitikberatkan pada peluang pengembangan startup Indonesia di pasar global. Diskusi mencakup potensi kolaborasi, perluasan jejaring, hingga dukungan diplomatik dalam mendorong ekspansi internasional.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan pentingnya kolaborasi antara BUMN dan perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri.
“Sinergi lintas ekosistem menjadi kunci dalam memperluas akses dan memperkuat daya saing startup Indonesia di pasar global,” ujarnya.
Selain mempererat hubungan, pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi strategis bagi para delegasi untuk memahami dinamika dan tantangan pasar internasional, khususnya di Amerika Serikat. Para peserta mempresentasikan inovasi yang mereka kembangkan sekaligus memperoleh masukan terkait strategi penetrasi pasar global.
Program Pertamuda Seed & Scale yang diinisiasi PT Pertamina (Persero) merupakan wadah pengembangan wirausaha muda berbasis inovasi, terutama di sektor energi dan teknologi. Program ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menyediakan pembinaan, mentoring, serta akses ke ekosistem global.
Sejak diluncurkan lima tahun lalu, Pertamuda telah melibatkan lebih dari 14.000 mahasiswa dari ratusan perguruan tinggi di Indonesia, serta melahirkan berbagai inovasi bisnis yang berdampak.
Kunjungan ke KJRI San Francisco ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat dukungan lintas negara bagi startup mahasiswa Indonesia, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di tingkat global. (LE-003)







