Komisi III DPRD Badung Raker dengan Direksi Perumda Tirta Mangutama

Komisi III DPRD Badung Raker dengan Direksi Perumda Tirta Mangutama
Komisi III DPRD Badung Senin, 6 April 2026 siang hingga sore melakukan raker dengan Direksi Perumda Air Minum Tirta Mang utama Badung. (Foto: Humas DPRD Badung)

Mangupura, LenteraEsai.id – Komisi III DPRD Kabupaten Badung, Senin, 6 April 2026 rapat kerja (raker) dengan Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Badung. Raker dipimpin Ketua Komisi III, Made Ponda Wirawan berlangsung di ruang rapat Madya Gosana Kantor DPRD Badung. Raker dimulai pukul 13.25 Wita.

Dalam paparanya Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama I Wayan Suyasa antara lain menyampaikan pihaknya tengah melakukan pengembangan untuk meningkatkan pelayanan air bersih pada masyarakat. Khususnya untuk di wilayah Kuta Selatan, dimana pertambahan penduduk dan usaha terus meningkat. Demikian juga untuk wilayah Kuta Utara. Dengan membangun sejumlah reservoar dan memasang pipa di laut. Tetapi sejumlah kendala dihadpi seperti urusan perizinan, sumber air baku dan permodalan.

Bacaan Lainnya

Menurut Suyasa untuk meningkatkan volume air pihaknya akan memanfaatkan air Tukad Mati. Bekerjasama dengan pihak lain dalam pengembangan jaringan pipa. Juga memerlukan tambahan penyertaan modal dari Pemkab Badung. “Untuk perizinan pengembangan pipa di laut kami harus menempuh 24 instansi di pusat. Sehingga memerlukan waktu cukup lama, ” papar Suyasa tanpa merinci instansi-instansi dimaksud.

Setelah Dirut Perumda Tirta Mangutama menyampaikan paparan, Ketua Komisi III DPRD Badung Ponda Wirawan memberikan anggotanya yang hadir untuk menanggapi. Atensi anggota Komisi III sangat tinggi, semua angkat bicara. Dimulai dari I Made Sumerta yang dari Dapil Kuta Selatan, I Wayan Sandra dari Dapil Kuta Utara, I Nyoman Karyana dari Dapil Kuta Selatan, I Gede Arianta dari Dapil Kuta Utara dan lainnya. Merka mengapresiasi program pengembangan jaringan pipa air minum dan reservoar, khususnya di Kuta Selatan. Sehingga diharapkan ke depan tidak ada lagi keluhan mengenai air. Seperti disampaikan Made Sumerta yang asal Desa Pecatu. Ia juga menyinggung adanya pencurian meteran air di sejumlah lokasi di Kuta Selatan.

Anggota Komisi III DPRD Badung Wayan Sandra minta supaya PerumdaTirta Mangutama (PDAM) Badung melakukan pengembangan menyeluruh, tidak hanya per desa. Kalau kurang anggaran disarankan minta ke BupatibBadung. Karena Badung memiliki kemampuan finansial yang tinggi.

“Pengembangan akomodasi pariwisata seperti vila, harus diantisipasi dengan ketersediaan air bersih,” papar Sandra bersemangat.

Anggota Komisi III, Nyoman Karyana mengatakan, banyak hotel -hotel dan usaha lainnya juga warga menggunakan sumur bor. Itu karena pelayanan PDAM Badung tidak bagus. Air kerap mati atau tidak lancar. Karena PDAM Badung kekurangan air baku. Hal itu mesti menjadi perhatian, apalagi kecendrungan penduduk di Badung bertambah terus. Juga ada saran dari anggota III DPRD Badung untuk membangun embung penampung air hujan. Raker diakhiri dengan berfoto bersama.

Ponda Wirawan menjawab awak media massa menjelaskan, pihaknya berharap perizinan yang sudah setahun berproses di pusat tahun 2026 selesai. Dengan demikian program PDAM Badung bisa diteruskan. “Juga perlunya penambahan reservoar di Kuta Selatan, PDAM Badung kami harap berkoordinasi dengan Dinas Perekim Badung. Karena di setiap perumahan ada fasos fasumnya, ” katanya.

Pewarta: Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait