Denpasar, LenteraEsai.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar kembali menggelar program Sekolah Sungai bekerja sama dengan Komunitas Peduli Sungai (KPS) Kota Denpasar sebagai narasumber utama. Kegiatan ini berlangsung pada 23–25 Juli 2025 dengan melibatkan 120 siswa tingkat SD dan SMP dari wilayah Kota Denpasar.
Peserta berasal dari SDN 1, SDN 3, SDN 5, SDN 6 Penatih, serta SD dan SMP Widyasakti Penatih. Program ini bertujuan memberikan edukasi lingkungan sejak dini kepada anak-anak, khususnya terkait pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.
“Lokasi belajar kami selama dua hari di Tukad Bindu, Kesiman, dan hari terakhir di Tukad Taman Magendra di Jalan Trengguli Denpasar,” ujar I Gusti Ketut Ari Sudewa, tokoh pemerhati lingkungan dari KPS Kota Denpasar yang akrab disapa Gung Ai, saat diwawancarai LenteraEsai pada Minggu (27/7/2025) pagi.
Tukad Bindu dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sungai di Kota Denpasar dengan fasilitas ramah anak, seperti playground. Sementara Tukad Taman Magendra dipilih sebagai lokasi penutup karena kondisinya yang alami dan edukatif.
Gung Ai menjelaskan bahwa materi dalam Sekolah Sungai meliputi pengelolaan dan pelestarian sungai, pengelolaan dan pemilahan sampah berbasis sumber, serta pembentukan karakter melalui kegiatan kebersamaan, kekompakan, kepemimpinan, penanaman pohon, permainan edukatif, dan sesi apresiasi.
“Anak-anak sangat antusias dan merasa senang bisa belajar langsung di alam. Mereka mengaku mendapat banyak pengetahuan bermanfaat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya sungai dan sumber mata air,” ujarnya.
Sekolah Sungai sendiri telah berlangsung sejak sebelum pandemi COVID-19 dan sempat terhenti sejenak selama masa pandemi. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kota Denpasar.
“Kami berharap program ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak anak-anak yang sadar pentingnya lingkungan,” tutup Gung Ai. (LE-Vivi)







