Mangupura, LenteraEsai.id – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Badung, Senin, 3 Maret 2025 siang diwarnai mati lampu sekitar 15 menit. Ruang sidang Utama Gosana lantai III yang megah dengan karpet merah itu pun gelap. Tetapi rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti tetap berjalan. Peserta rapat 42 orang dari 45 orang anggota DPRD Badung 2024-2029 termasuk unsur pimpinan dan undangan lainnya tetap berada di tempat duduk masing-masing hingga akhir.
Lampu penerangan di seantero ruang sidang Uttama Gosana gedung DPRD Badung tiba-tiba padam ketika Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa sedang membacakan pidato sambutan perdananya di mimbar. Karena mic dan pengeras suara masih menyala (hidup). Hanya saja harus dibantu lampu supaya orang nomor 1 di Pemkab Badung bisa melihat tulisan teks pidatonya. Bupati didampingi Wakilnya Bagus Sucipta.
Bupati Badung Adi Arnawa kelahiran Desa Pecatu, Kuta Selatan itu memaparkan visi yang tertuang dalam tujuh misi diberi nama Sapta Kriya Adi Cipta. Antara lain meliputi program infrastruktur jalan di sejumlah wilayah untuk mengatasi kemacetan seperti di perempatan jalan Petitenget, Krobokan Kuta Utara. Program mengatasi sampah melalui memaksimalkan TPS3R di setiap desa/kelurahan. Mensinergikan pembangunan pertanian dengan pariwisata, menuju pariwisata Badung berkualitas. Karena Badung tetap bertumpu pada sektor pariwisata. Juga meningkatkan program pendidikan, kesehatan dan sebagainya.
“Kami akan maksimalkan penanganan sampah melalui TPS3R di setiap desa dan kelurahan. Tiap rumah tangga juga harus punya ‘teba’ modern untuk memilah sampah. Penanganan akan kami limbakan, ” papar Adi Arnawa.
Dikatakan Adi Arnawa, memaksimalkan penanganan sampah di daerah Badung, mengantisifasi rencana penutupan TPA Suwung di Denpasar. Jadi Badung akan menuju penanganan sampah mandiri dari rumah tangga hingga Desa dan Kelurahan. Desa Adat juga bersinergi dalam penanganan sampah.
Usai memimpin rapat paripurna, Ketua DPRD Badung Anom Gumanti menjelaskan, Bupati Badung Adi Arnawa dalam pidato pertamanya telah banyak menyampaikan programnya. Yakni yang tertuang dalam Sapta Kriya Adi Cipta. Di antaranya penganan kemacetan di Badung yang jadi fenomena. Juga penanganan sampah, pembangunan insfrastruktur dan lainnya.
“Jadi tadi adalah pidato pertama Bupati Badung Adi Arnawa di hadapan sidang DPRD Badung. Seperti kita sudah dengar bersama, bupati konsen dalam penanganan kecamatan di Badung yang menjadi fenomena. Juga maksimalkan penanganan sampah. Kita dukung semua itu, ” katanya.
Menjawab pertanyaan tentang lampu mati cukup lama saat rapat paripurna berlangsung, itu masalah teknis. Jangan dikait-dikaitkan ke mana-mana. Sebelumnya dirinya mengaku memimpin gladi kotor dan gladi bersih, tidak terjadi masalah listrik.
Pewarta: I Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan







