Ikut Naik Gunung Agung Lewat Pesan Berantai, Dua Pendaki Diselamatkan Tim SAR

Karangasem, LenteraEsai.id – Sejumlah warga dari beberapa daerah di Bali  ramai-ramai melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, setelah sebelumnya mendapat ajakan lewat pesan chating berantai di media sosial.

Akibatnya, antara sesorang pendaki dengan yang lainnya baru saling kenal muka saat mereka berkumpul untuk memulai melakukan pendakian dari pintu masuk di kawasan Pura Pasar Agung, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem pada hari Selasa (7/7) malam lalu.

Bacaan Lainnya

Rio Tama (25), salah seorang pendaki asal Denpasar menyebutkan, awalnya di lokasi star terkumpul 8 orang, namun kemudian menyusul tiga pendaki lain, sehingga seluruhnya yang berangkat ke puncak Agung pada malam  itu sebanyak 11 orang.

“Sebelumnya kita tidak saling kenal. Kami tahunya lewat pesan chating, karena kita ini ikut mendaki lewat pesan berantai yang berisi ajakan, ‘Siapa yang minat ikut mendaki ke Gunung Agung bisa invite kontak yang tertera’,” ujar Rio Tama, menjelaskan.

Delapan anggota rombongan yang tercatat lewat pesan berantai tersebut, masing-masing Rio Tama, Agus Wisnu, Made Sudarmadi, Nyoman Madra, Edi Suyana, Sora, Ketut Wiyasa dan seorang wanita Ayu Widya Sari.

Sebelum mendaki, beberapa di antara rombongan termasuk Rio Tama, melakukan persembahyangan di Pura Pasar Agung, dan di pura itulah mereka bertemu dengan tiga pendaki lain yang menyusul datang.

Setelah melakukan pendakian dalam beberapa jam, di tengah perjalanan Rio Tama dan satu rekannya Sora (21), merasa tidak kuat hingga keduanya memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian dan kembali ke Pura Pasar Agung, sementara 9 lainnya meneruskan pendakian.

“Saya dan Sora tidak melanjutkan pendakian karena sudah tidak kuat lagi, ditambah melihat medan yang sangat terjal sehingga memutuskan untuk kembali,” ungkap Rio Tama, menuturkan.

Rio bersama Sora kemudian perlahan turun dan sempat juga berfoto-foto, kemudian memutuskan untuk menunggu rekannya di areal parkir Pura Pasar Agung.

Pada hari Rabu (8/7) menjelang pagi, 7 pendaki telah tiba kembali di tempat Rio dan Sora menunggu, namun tak berselang lama, mereka bergegas pulang ke daerah atau rumahnya masing-masing.

Rio dan Sora masih menunggu, sehubungan dua rekannya yang masuk dalam ‘daftar pesan berantai’, yakni Ketut Wiyasa dan Ayu Widya Sari, keduanya asal Denpasar, belum turun dari puncak gunung.

Cukup lama Rio dan Sora menunggu di halaman parkir Pura Pasar Agung, akhirnya Wiyasa yang masih berada di atas mengirim pesan lewat WA, yang mengatakan bahwa dirinya masih mendampingi seorang pendaki wanita yang tidak bisa berjalan cepat karena keseleo.

Pendaki yang disebutkan keseleo atau terkilir di bagian kakinya itu adalah Ayu Widya Sari. Mendapat kabar itu, Rio langsung melapor hingga tim SAR gabungan kemudian turun melakukan upaya pencarian.

Tim SAR gabungan yang terdiri atas unsur Basarnas Bali, BPBD dan RAPI Kabupaten Karangasem serta sejumlah relawan Pasebaya Agung, pada Rabu (8/7) sore berhasil menemukan kedua pendaki di sebuah lembah di bagian lereng selatan Gunung Agung.

Keduanya kemudian berhasil dievakuasi dari dasar lembah untuk kemudian secara perlahan dipapah dan dibimbing menuruni lereng Agung oleh anggota tim SAR hingga tiba di pelataran Pura Pasar Agung pada Rabu (8/7) malam.

Diperoleh keterangan, para pendaki sebanyak itu selain bukan berasal dari kalangan profesional, juga tergolong orang-orang yang ‘bandel’, yakni dengan sembunyi-sembunyi melakukan pendakian di saat semua kalangan tidak dibenarkan berada pada radius 4 kilometer dari bibir kawah, sehubungan aktivitas vulkanik Gunung Agung masih berada pada Level III Siaga.   (LE-KR6/YS)

Pos terkait