Tabanan, LenteraEsai.id – Usai Nedunan Ida Bhatara di Kantor Bupati sebagai rangkaian dari kegiatan Eedan Karya Agung Panca Wali Krama dan Ngenteg Linggih di Kantor Bupati Tabanan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama istri Ny Rai Wahyuni Sanjaya mengikuti prosesi Upacara Mendak Siwi di Pura Puseh Desa Adat Kota Tabanan, Kamis (21/12/2023).
Jatuh pada rahina Wrespati Umanis Sinta, rangkaian upacara juga diikuti oleh Sekda, para Asisten Setda, jajaran OPD dan para kepala bagian di lingkungan Pemkab, para camat dan para staf. Bupati tampak dengan tekun mengikuti kegiatan dari awal acara hingga akhir. Tak lupa juga Sulinggih, Pemangku dan Prawartaka Karya dari Desa Adat Kota Tabanan menyertai penuh semangat.
Upacara Prosesi Mendak Siwi, merupakan acara lanjutan setelah sebelumnya Nedunan Ida Bhatara yang dilakukan pada pagi harinya. Setelah pada hari sebelumnya juga digelar acara Mendak Ida Bhatara Tirta di Pura Puseh Tabanan serta Pekemitan. Dikatakan dalam upacara ini, sebanyak 30 Ida Betara Tirta yang dipendak serangkaian upacara yang digelar di Kantor Bupati hingga selesai, Ida Betara tedun dari seluruh Bali, termasuk yang di Semeru dan Gunung Rinjani.
Bupati Sanjaya beserta Bunda Rai saat itu juga memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap semangat para Prawartaka karya serta para pegawai yang turut ngaturang ayah dan masih dengan gigih melaksanakan upacara hingga selesai.
“Hari ini, kita melakukan sebuah kegiatan ritual di Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam rangkaian Karya Agung Panca Wali Krama. Tujuan kita pemerintah daerah membangun Karya Agung adalah bagaimana kita mengembalikan, mengharmoniskan kantor masyarakat, sawa widangan di Kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya.
Yadnya ini juga dianggap sebagai wujud syukur pembersihan dari hal-hal yang bersifat negatif, setelah pandemi Covid-19 yang sempat melanda seluruh dunia dapat dilalui bersama. “Kebetulan juga kita di Kabupaten Tabanan ini, dalam catatan sejarah sejak kantor ini dibangun pada 1975, selama 48 tahun belum pernah ada upacara besar Panca Wali Krama. Ini bagian dari proses, ada kegiatan Mendak Siwi,” ucapnya.
Sanjaya menjelaskan melalui panitia, sebelumnya telah dilaksanakan prosesi mendak tirta di sejebag Bali dan luar Bali. Seperti halnya kemarin (20/12), juga sudah dilinggihkan Ida Betara Tirta di Puseh Adat Kota Tabanan.
“Jadi Tirta tersebut hari ini kita pendak, dengan iringan me-peed pegawai dan masyarakat semua yang ikut ngayah. Tujuannya adalah tirta-tirta yang sudah mekemit semalam ring Kahyangan Puseh, kita pendak dan linggihkan malih ring Kantor Bupati. Karena besok pagi ada ritual melasti ring segara Tanah Lot. Ini sebuah tradisi yang kita lakukan di Pemkab Tabanan,” ujarnya, bersemangat.
Ia juga menerangkan kesiapannya untuk melakukan penyucian di Segara Tanah Lot pada 22 Desember, sebagai bagian dari rangkaian ritual, yang setelahnya dilinggihkan kembali di Padmasana Kantor Bupati. Hal tersebut untuk menyempurnakan Karya di tanggal 24 dan puncak acara tawur di tanggal 27 yang bertepatan dengan purnama kapitu, dapat berlangsung lancar dan baik.
“Kami mohon doa restu masyarakat, agar bagaimana kita bersama-sama mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman Unggul dan Madani,” kata Sanjaya, mengharapkan.
Pemaknaan Upacara Mendak Siwi didukung oleh pernyataan dari I Gusti Ngurah Supanji selaku Inspektur Tabanan. “Hari ini upacara prosesi Mendak Siwi, merupakan prosesi Ngiringang Ida Betara di Kantor Bupati. Mendak Ida Betara Tirta yang mesucian di sini, di Puseh Bale Agung. Ada 30 Ida Betara yang tedun nyaksian upacara di Kantor Bupati. Acara ini Mendak Ida Betara agar presida muput dan nyaksi jalannya Karya Agung di Kantor Bupati, Ida Betara di sejebag Bali, sampai di Semeru dan Gunung Rinjani, ada 30,” sebutnya dalam wawancara singkat dengan awak media massa.
Pewarta: Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan







