Bocah Kuli Batako Harus Hidupi Ibu Stroke, Kapolres Karangasem: Ini Patut Dipuji

Pemberian bantuan paket sembako kepada I Putu Arsa Guna Wibawa (14) dan adiknya Kadek Ayu Kusumadewi (10) dua anak asal Dusun Banjar Sukaluwih, Desa Amerta Bhuana, Selat, Kabupaten Karangasem

Karangasem, LenteraEsai.id –  Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini SIK MMTr bersama Wakapolres Karangasem Kompol Aris Purwanto SH SIK MH, datang memberikan bantuan paket sembako kepada kakak beradik yang selama ini menghidupi dan merawat ibunya yang menderita stroke.

Kedua bocah kakak beradik itu adalah I Putu Arsa Guna Wibawa (14) dan Kadek Ayu Kusumadewi (10) yang menetap di Dusun Banjar Sukaluwih, Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.

Bacaan Lainnya

Kedatangan Kapolres yang juga didampingi sejumlah pejabat utama di jajaran Polres Karangasem dan Kapolsek Selat pada Senin (15/6/2020) itu, tampak disambut haru kedua bocah yang juga tinggal dengan kakek dan neneknya yang juga sakit-sakitan.

Kapolres Karangasem mengatakan bahwa kedua anak ini patut dipuji, di mana anak seusia mereka biasanya lebih banyak bermain, ini malah justru harus menjadi tulang punggung dan kepala keluarga. ujar AKBP Ni Nyoman Suartini.

Ayah kedua bocah telah meninggal dunia, sementara ibunya telah lama menderita penyakit stroke hingga harus terbaring di tempat tidur. Begitu juga kakek dan neneknya yang tinggal serumah, sering sakit-sakitan sehubungan usianya telah tergolong renta.

Dalam kondisi yang demikian, Putu Arsa dan adiknya Kadek Ayu harus merawat dan menghidupi kebutuhan hidup sang ibu, kakek dan nenek mereka, termasuk diri mereka berdua.

Sebelumnya, Putu Arsa dan Kadek Ayu sama seperti anak-anak yang lain, yakni menghabiskan waktunya untuk sekolah dan bermain. Namun kehidupan mereka berubah pada tahun 2018, sejak sang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga, meninggal dunia karena penyakit komplikasi diabetes.

“Sejak ayahnya meninggal dunia, ibu mereka yang menggantikan sebagai  tulang punggung keluarga dengan bekerja harian di desa,” ujar Kepala Kewilayahan Sukaluwih, I Wayan Sriasa.

Namun malang, sejak enam bulan lalu, ibu mereka tiba-tiba stroke dan menderita kelumpuhan. Sejak saat itu, kehidupan bocah-bocah ini berubah. Mereka harus mengurusi ibu yang hanya bisa terbaring, serta harus merawat kakek dan neneknya yang sudah lanjut usia, ucapnya.

Putu Arsa kini berganti peran sebagai kepala keluarga. Setiap pulang sekolah, ia langsung bekerja ke tempat percetakan batako milik paman dari adik kandung ibunya. Ia mengangkat batako. Dari pekerjaannya itu, Putu Arsa mendapatkan upah Rp20 sampai Rp30 ribu per hari.

Demikian pula sang adik, Kadek Ayu membungkus keripik milik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) warga setempat. Ia mendapat upah mulai dari Rp10 sampai Rp20 ribu per hari.

“Kakek neneknya sebelumnya kerja menganyam bambu, tentu hasilnya juga tidak seberapa. Terlebih sekarang sudah tidk bisa lagi mekakukan itu, praktis kedua bocah yang harus menghidupi keluarga,” ungkap Sriasa.

Putu Arsa tidak sebatas jadi kepala keluarga saja. Ia juga menggantikan peran ibu untuk mengerjakan seluruh pekerjaan rumah seperti memasak, dan bersih-bersih. Termasuk mengurus ibunya yang stroke.

Putu Arsa kini mau masuk ke kelas 7 sekolah menengah pertama (SMP), sedangkan adiknya masih kelas IV sekolah dasar (SD). Menurut Sriasa, kedua anak ini memiliki semangat yang tinggi untuk mengenyam pendidikan, meski kondisinya sulit.

Putu Arsa, katanya, bercita-cita jadi seorang polisi. Sementara adiknya ingin menjadi guru. Sriasa mengupayakan dan berharap, Putu Arsa dan Kadek Ayu tidak sampai putus sekolah meski harus sibuk mencari upah.

“Kami akan berusaha agar kedua anak ini tidak sampai putus sekolah, dan bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan sampai SMA,” ujar Sriasa, berharap.

“Berbuat yang bermanfaat bagi masyarakat melalui kegiatan bakti sosial ini, akan terus dilakukan Polres Karangasem, walaupun nilainya tidak seberapa, namun bagi warga yang membutuhkan sangatlah besar nilainya,” ujar Kapolres wanita tersebut.  (LE-KR)

Pos terkait