Denpasar, LenteraEsai.id – Tim Direktorat Kelembagaan Ditjen Diktiristek melakukan Visitasi Lapangan atas pengajuan pendirian Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Kamis (23/11/2023). Penerimaan Tim Direktorat Kelembagaan dilaksanakan di Ruang Pertemuan Prof Dr RM Moerdowo, Gedung Angsoka RSUP Prof Ngoerah di Denpasar.
Rektor Unud Prof Ngakan Putu Gede Suardana dalam sambutannya mengatakan, upaya pengajuan pendirian program studi subspesialis penyakit dalam yang dimulai sejak tahun 2020, telah melalui tahapan evaluasi administrasi melalui siaga dan evaluasi oleh evaluator/asessor. Visitasi juga telah dilakukan oleh Konsil Kedokteran Indonesia pada awal tahun 2023.
“Terkait kedatangan tim visitasi gabungan hari ini, kami berharap dapat mengklarifikasi persyaratan untuk memenuhi standar minimum pendirian program studi yang mencakup aspek kurikulum, sumber daya manusia, sarana prasarana, serta tata kelola dan penjaminan mutu oleh Unit Pengelola Program Studi,” ujar Prof Ngakan.
Pengajuan pendirian Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam menjadi salah satu langkah strategis FK Unud untuk memenuhi kecukupan jumlah tenaga profesi subspesialis penyakit dalam untuk pemenuhan layanan kesehatan yang paripurna sebagai antisipasi tantangan global ataupun regional dalam bidang kesehatan. Oleh karena itu pihaknya berharap tim visitasi bisa memberikan masukan yang berharga agar pendirian program studi ini bisa segera direalisasikan.
Dirut RSUP Prof Ngoerah dr I Wayan Sudana menyampaikan, saat ini Kementerian Kesehatan sedang konsentrasi pada program reformasi atau transformasi layanan kesehatan melalui enam pilar transformasi layanan kesehatan, di mana salah satunya adalah transformasi layanan kesehatan rujukan.
Dengan posisi RSUP Prof Ngoerah sebagai pusat rujukan dan juga pengampu, tentunya salah satu yang mendukung program ini adalah dukungan SDM yang saat ini juga menjadi permasalahan dalam pemenuhan kebutuhannya yakni tenaga dokter subspesialis.
Dengan demikian, pihaknya sangat menyambut baik pendirian program studi subspesialis ini dan sangat mendukung serta bersama Unud berupaya maksimal dalam memfasilitasi program ini terkait sarana prasarana dan SDM yang dibutuhkan, ucapnya.
Sementara Ketua Tim Soetrisno Soemardjo dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa dalam tim ini pihaknya mengkoordinasikan seluruh aspek kesehatan. Pihaknya juga mengapresiasi FK Unud yang sudah membantu pemerintah dalam menyiapkan sebuah program studi baru di mana seluruh syarat-syarat sudah dipenuhi.
Setelah melakukan visitasi ini pihaknya akan membuat laporan yang akan disampaikan kepada Ditjendiktiristek untuk diteruskan ke LAMPTKes dan divalidasi.
“Apabila tidak ada permasalahan akan diberikan rekomendasi yang nantinya akan diajukan kepada Mendikbudristek. Setelah mendapat izin pembukaan diharapkan program studi ini nantinya dapat dikembangkan,” ujar Soetrisno, mengharapkan.
Pewarta: Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan







