Denpasar, LenteraEsai.id – Pepatah untung tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak, sungguh tepat menggambarkan kondisi tiga bocah yang usianya masih sangat muda, namun sudah harus mengalami kemalangan yang bertubi.
Ketiga bocah itu masing-masing adalah Gede Suardika (9 tahun), Kadek Sugiadnyana (6,5 tahun) dan Komang Budisuari (6 bln). Hampir setiap hari, mereka terlihat murung karena sejak 9 bulan lalu, sang ayah Made Restina meninggal dunia diakibatkan serangan jantung. Rasa kehilangan itu belum sembuh, disusul ketika ibu mereka memutuskan pergi, tanpa memberi alasan di balik keputusan itu.
Kini ketiga bocah ini diasuh kakek dan nenek Pekak Ketut Parta (70) dan Luh Ngebek (66) yang kondisinya sering sakit-sakitan. Mereka tinggal di rumah bedeng sangat sederhana, berdampingan dengan kandang sapi di kawasan Jalan Patih Nambi, Perumahan Telkom Banjar Tulang Ampiang, Ubung Kaja – Denpasar. Mereka tinggal di lahan dengan biaya sewa Rp 1 juta per tahun.
“Tyang kerja jadi buruh tani. Hasil tentu saja pas-pasan, malah sering tidak cukup,” ujar Pekak Ketut Parta ketika dijumpai baru-baru ini.
Beruntung kadang-kadang ada donatur yang memberikan santunan, seperti Komunitas Taman Hati, yang baru saja memberikan bantuan sembako dan susu formula. (LE-DP)







