Buleleng, LenteraEsai.id – Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara tidak hanya dikenal sebagai daerah pendidikan di Pulau Seribu Pura, tetapi juga ‘gudang’ yang selama ini menyimpan aneka karya seni, terutama di bidang seni tari dan tabuh.
Sekitar tahun 1960-an, misalnya, Buleleng telah mampu melahirkan dan memiliki seniman tari dan tabuh yang begitu kawakan. Sebut saja Gede Manik, asal Jagaraga-Sawan, atau Ketut Mawes, asal Mayong-Seririt, dan masih banyak lagi. Bahkan, Tari Manyi karya Ketut Mawes, sempat diundang untuk ditampilkan di hadapan Presiden I RI, Soekarno.
Seiring berjalannya waktu, mutiara kesenian di bidang kreasi tari dan seni tabuh gamelan itu tampak semakin menyeruak dan bertumbuh kembang di kalangan truna-truni, seperti yang tampak di Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu.
Pewarta LenteraEsai dari desa yang berada di daerah ketinggian itu, Jumat (12/5/2023) siang melaporkan, teruna-teruni di Desa Busungbiu kini tengah giat-giatnya menekuni dan berlatih seni tabuh, terlebih menjelang tibanya perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang dijadwalkan berlangsung di Denpasar pada Juni mendatang. Mereka terlihat getol berlatih tabuh beleganjuran.
Untuk tampil di arena pesta seni tahunan yang akan berlangsung sebulan penuh itu, Sekeha Beleganjur Alangen Adhimukthi kini betul-betul tengah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam berlatih seni tabuh beleganjuran, dengan harapan mampu kembali tampil sebagai juara.
Koordinator Sekeha Beleganjur Alangen Adhimukthi Desa Busungbiu, Ketut Sumberyasa menyampaikan, cikal bakal sekeha beleganjur di desanya berawal dari kegelisahan semua komponen pemerhati seni gamelan tabuh yang tak mau tergerus musnah ditelan zaman. Akhirnya, mereka itu sepakat dengan slogan ‘Karena Peduli Maka Ada’, sehingga terbentuklah Komunitas Seni Undaggumi pada Sabtu, 18 Agustus 2018.
Namun seiring berjalannya waktu yang bertautan dengan ruang, maka Komunitas Seni Undaggumi di Desa Busungbiu berubah bentuk menjadi Sekeha Beleganjur Alangen Adhimukthi.
Dalam kiprahnya, Sekeha Beleganjur Alangen Adhimukthi cukup menghentakkan penikmat seni tabuh di Pulau Dewata. Itu dibuktikan dengan menggondol Juara 1 dalam Lomba Beleganjur se-Bali pada kontestasi seni tabuh tahun 2022, ucapnya.
Sekeha yang digawangi oleh Kadek Swartana Ssn sebagai penatah tabuh itu, kini akan tampil untuk dinilai dewan juri dari pihak Pemkab Buleleng pada Jumat (12/5/2023) ini pukul 16.00 Wita, berkaitan dengan akan ditampilkannya sebagai duta Kabupaten Buleleng di arena PKB.
“Kita lihat saja nanti, tiang nunas pengastiti, semoga semuanya dilancarkan berkat tuntunan Ida Sang Hyang Aji Gurnitha,” kata Swartana, menyampaikan.
Ketut Sumberyasa menambahkan, “Asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Parama Wisesa, kami beserta tim bekerja maksimal untuk tampil dan dinilai dewan juri serta di hadapan Bapak Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, beserta undangan lainnya.” (LE/Nom)







