Disebut Boikot Rapat Pleno, Fraksi Golkar DPRD Badung Gerah

Gelaran jumpa pers di ruang kerja Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa dari Fraksi Golkar (Foto: Dok Humas DPRD Badung)

Mangupura, LenteraEsai.id – Fraksi Partai Golkar DPRD Badung nampaknya gerah dikatakan telah melakukan aksi boikot saat sidang pleno DPRD Badung yang dilaksanakan secara luring dan daring pada Rabu, 5 April 2023 lalu.

Secara mendadak, fraksi yang beranggotakan delapan orang di DPRD Badung itu menggelar jumpa pers di ruang kerja Wakil Ketua I DPRD Badung dari Fraksi Golkar, I Wayan Suyasa, di Mangupura, Kamis (6/4/2023) siang.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu, Ketua Fraksi Golkar I Gusti Ngurah Saskara didampingi tiga anggotanya (I Nyoman Suka, I Gusti Agung Nadi Putra dan I Nyoman Karyana), tampil menyampaikan keterangan kepada awal media massa.

Baik Gusti Saskara maupun tiga anggota fraksi yang lain, tampak semuanya mengenakan pakaian adat Bali, sehubungan sebelumnya telah menghadiri rapat pleno DPRD Badung dengan agenda penyampaian rekomendasi terhadap LKPJ Bupati Badung tahun 2022, di Gedung Dewan.

Saskara kepada awak media massa menjelaskan, ketidakhadiran Fraksi Golkar dalam rapat pleno DPRD Badung pada Rabu, 5 April 2023 lalu, karena semuanya sibuk mengikuti kegiatan adat dan agama Hindu berkaitan dengan upacara Purnama Kadasa. “Jadi kami sibuk upacara agama, bukan melakukan aksi boikot terhadap rapat pleno hari itu,” ujarnya, menegaskan.

Sehubungan dengan itu, Saskara meminta kepada para awak media massa untuk dapat meluruskan berita yang telah tersiar, yang seolah-olah menyebutkan Fraksi Golkar memboikot sidang pleno dewan tersebut.

“Karena itu teman-teman (media) tolonglah beritanya dilurusakan. Kami jadi tidak enak. Karena ketidakhadiran kami dalam rapat pleno memang karena kesibukan kegiatan agama dan adat,” ujar Saskata dengan suara lirih, mengharapkan.

Menurut politisi Partai Golkar dari Dapil Abiansemal tersebut, jauh-jauh sebelumnya teman-temannya sudah menyampaikan, bahwa saat hari Purnama pada Rabu, 5 April 2023, tidak bisa ikut rapat. Jadi bukan aksi mendadak. “Pada rapat-rapat sebelumnya, seperti rapat bangar dan sebagainya, kami selalu hadir,” ucap Saskara, menjelaskan.

Dikatakan, jumlah anggota Fraksi Golkar hanya 8 orang dari total 40 anggota DPRD Badung. Sedangkan yang tidak hadir pada rapat pleno 5 April 2023 lalu tercatat 19 orang. “Berarti ada sebanyak 11 orang dari fraksi lain juga absen pada sidang pleno hari itu,” katanya.

Dalam kesempatan jumpa pers, Ketua Fraksi Golkar DPRD Badung dan anggotanya tidak hanya menyampaikan klarifikasi tentang ketidakhadiran mereka dalam rapat pleno 5 April 2023 lalu, tetapi juga melontarkan beberapa ‘unek-unek’ yang selama ini mengganjal pikiran mereka.

Dikatakan, sejumlah ‘kepentingan’ anggota Fraksi Golkar tidak diloloskan eksekutif (OPD) dalam TA 2022 lalu. Padahal untuk kepentingan konstituen (kelompok-kelompok) masyarakat pendudung. “Profosal-profosal yang diajukan ke OPD yang sudah by name by adress, hingga akhir 2022 tidak direalisaikan. Tanpa alasan yang jelas, padahal uang ada. Buktinya APBD Badung 2022 silva (lebih),” ujar Saskara dengan suara agak meninggi, diamini para anggota Fraksi Golkar yang hadir siang itu.

Ditambahkan Saskara, pihaknya mau menanyakan masalah itu saat rapat anggaran, namun Ketua Tim Anggaran (KTA) Eksekutif, yakni Sekda Badung I Wayan Arnawa, malah tidak hadir. Terkesan ruang dan waktu tidak disediakan.  (LE-Ima) 

Pos terkait