judul gambar

RI Harapkan Pemilihan Sekjen PBB Secara Kredibel Demi Multilateralisme

RI harapkan pemilihan Sekjen PBB secara kredibel demi multilateralisme
Ilustrasi - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). ANTARA/Anadolu/py/am.

Jakarta, LenteraEsai.id – Indonesia menyerukan pemilihan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di Dewan Keamanan saat ini dapat berjalan secara kredibel dan dapat memperkuat multilateralisme ke depannya.

Seperti disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Indonesia memantau secara dekat dinamika pemilihan Sekjen PBB yang terus berjalan, khususnya setelah proses jajak pendapat ketujuh di Dewan Keamanan (DK) PBB pada Jumat (30/10).

Bacaan Lainnya

“Indonesia mendukung proses pemilihan yang kredibel, transparan, dan imparsial yang dipandu oleh Piagam PBB dan komitmen kuat terhadap multilateralisme,” menurut keterangan tertulis melalui media sosial X, dipantau Ahad.

Indonesia juga menilai masuknya calon baru untuk Sekjen PBB, yaitu Lana Nusseibeh dari Uni Emirat Arab, merupakan bagian dari dinamika pemilihan yang berjalan.

Kemlu RI mengatakan pemilihan Sekjen PBB saat ini berlangsung di masa yang amat kritis bagi PBB maupun komunitas internasional.

Dengan demikian, Indonesia memandang PBB sepatutnya memiliki pemimpin yang dapat menyatukan bangsa-bangsa di dunia, mendorong sikap penghormatan terhadap hukum internasional dan mendukung reformasi PBB.

Indonesia turut mengharapkan agar pemimpin baru PBB dapat “menguatkan suara negara-negara berkembang dan mewujudkan hasil konkret bagi semua,” demikian Kemlu RI.

Proses pemilihan Sekjen PBB masih belum mendapat titik terang usai jajak pendapat terbaru di DK PBB pada Oktober 30 berakhir tanpa hasil konklusif.

Menurut hasil yang bocor, seperti dilaporkan Xinhua, mantan wakil presiden Kosta Rika sekaligus sekjen petahana Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) Rebeca Grynspan memperoleh suara terbanyak dalam pemungutan suara pada Jumat itu, dengan 11 suara “mendukung” dan empat suara “tidak mendukung”.

Dia disusul oleh Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi asal Argentina yang memperoleh sembilan suara “mendukung”, empat suara “tidak mendukung”, dan dua suara “tidak menyatakan pendapat”.

Merespons kebuntuan tersebut, Turkiye secara resmi mencalonkan Feridun Sinirliolu, Sekretaris Jenderal Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE), sebagai kandidat Sekjen PBB, dengan surat pencalonan dari Presiden Recep Tayyip Erdogan yang telah disampaikan kepada Presiden Majelis Umum PBB dan Ketua Dewan Keamanan PBB.

Adapun masa jabatan Sekjen PBB Antonio Guterres akan berakhir pada akhir tahun ini. Penggantinya dijadwalkan mulai menjabat pada 1 Januari 2027. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait