Atasi Sampah Kiriman, Anggota DPRD Badung Lanang Umbara Minta Perhatian Pemerintah Pusat

Atasi Sampah Kiriman, Anggota DPRD Badung Lanang Umbara Minta Perhatian Pemerintah Pusat
Anggota DPRD Badung, I Gusti Lanang Umbara. (Foto: Humas DPRD Badung)

Mangupura, LenteraEsai.id – Anggota DPRD Badung dari Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Lanang Umbara turut menanggapi tudingan Presiden Prabowo Subianto. Mengenai menumpuknya sampah di pantai-pantai di Bali, tidak terkecuali di pantai-pantai di Kabupaten Badung. Evaluasi itu dilontarkan presiden dalam forum rakornas kepala daerah di Sentul, Bogor 2 Februari 2026 lalu. Ia menilai teguran tersebut adalah bukti kasih sayang dan perhatian Presiden terhadap Pulau Dewata.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Presiden, atas kepedulian dan kecintaannya pada Pulau Bali. Teguran ini memacu dan mengingatkan kami semua untuk sadar menjaga kebersihan,” papar Lanang Umbara

Bacaan Lainnya

Di bagian lain Lanang Umbara memaparkan, realitas di lapangan yang dihadapi pemerintah daerah terkait asal-usul sampah yang membanjiri pantai di Bali. Bahwa tumpukan sampah yang kerap viral di media sosial bukanlah semata akibat kelalaian warga Bali. Berdasarkan data lapangan, mayoritas sampah di pesisir adalah sampah kiriman yang terbawa arus laut.

“Realita yang sesungguhnya, sampah-sampah yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan ton itu, 80 persen adalah dari pulau luar Bali yang terdekat,” bebernya tanpa tedeng aling-aling, Rabu, 4 Februari 2026 di Kantor DPRD Badung.

Sampah tersebut, lanjut Lanang, dibuang ke sungai di wilayah lain, hanyut ke laut, dan terbawa angin muson. Saat angin musin barat, sampah menumpuk di pantai wilayah barat seperti Kuta, Kedonganan, dan Canggu. Sebaliknya, saat musin timur, sampah menyasar Tanjung Benoa. Oleh karena itu, ia meminta agar fenomena sampah lintas wilayah ini menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat.

“Bali adalah pulau pariwisata, wajah Indonesia. Keindahan dan kebersihannya harus dijaga. Karena ini sampah lintas pulau, Pemerintah Pusat harus ikut turun tangan menanganinya,” tandasnya.

Dikatakan, karena problem sampah kirim di pantai setiap tahunnya, Lanang Umbara berharap, penyelesaian sampah di hulu yaitu di Barat pulau Bali. Sehingga kalau di Barat Pulau Bali juga tertangani masalah sampahnya dengan baik, saat angin Barat tidak terlalu banyak sampah datang ke Pulau Bali.

Mengingat volume sampah kiriman yang begitu besar, Lanang Umbara menyampaikan permohonan mendesak kepada Presiden Prabowo terkait infrastruktur pembuangan. Ia minta rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung ditunda hingga fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) benar-benar beroperasi penuh.

Pewarta: I Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait