Jakarta, LenteraEsai.id – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin D selama musim hujan, seiring berkurangnya paparan sinar matahari sebagai sumber vitamin D alami.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), menjelaskan bahwa kondisi cuaca mendung dan hujan yang sering terjadi dapat mengurangi pembentukan vitamin D dari sinar matahari.
“Karena paparan matahari berkurang, maka asupan vitamin D perlu dipenuhi dari makanan,” ujar Prof. Anggraini dalam webinar bertajuk ‘Mewaspadai Penyakit Anak di Musim Hujan dan Banjir’ bersama IDAI yang dipantau secara daring dari Jakarta, Jumat.
Ia menyebutkan sejumlah bahan pangan yang dapat menjadi sumber vitamin D, antara lain kuning telur, hati sapi, serta ikan laut seperti tuna, makarel, sarden, dan salmon. Selain itu, produk olahan susu seperti susu cair, yoghurt, dan sereal juga mengandung vitamin D.
Menurut dia, apabila kondisi cuaca membuat seseorang sulit mendapatkan paparan sinar matahari langsung dalam waktu yang cukup, konsumsi suplemen vitamin D juga dapat menjadi pilihan, dengan dosis sekitar 400 IU hingga maksimal 1.000 IU sesuai kebutuhan.
Prof Anggraini menambahkan, paparan sinar matahari paling optimal untuk pembentukan vitamin D biasanya diperoleh pada pagi hingga siang hari.
“Meski cuaca mendung, selama tidak hujan, sinar matahari sebenarnya masih ada dan tetap dapat membantu pembentukan vitamin D,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa vitamin D berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta menunjang fungsi otot.
Selain mencukupi kebutuhan vitamin D, Prof Anggraini juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan bergizi seimbang, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memastikan sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan untuk mencegah gangguan kesehatan selama musim hujan. (LE-VJ)







