ITDC Tambah Kapasitas TPS3R di Kawasan Wisata Nusa Dua

ITDC Tambah Kapasitas TPS3R di Kawasan Wisata Nusa Dua
General Manager ITDC the Nusa Dua I Made Agus Dwiatmika diwawancarai awak media di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (30/1)

Nusa Dua, LenteraEsai.id – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) memperluas fasilitas pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, recycle (TPS3R) di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, sebagai bagian dari penguatan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

General Manager ITDC The Nusa Dua I Made Agus Dwiatmika mengatakan perluasan dilakukan dengan menambah luasan area pengolahan dari semula sekitar 2.500 meter persegi menjadi 5.000 meter persegi.

Bacaan Lainnya

“Penambahan ini memanfaatkan lahan yang tersedia di kawasan Lagoon Nusa Dua,” ujarnya di Nusa Dua, Jumat.

Ia menjelaskan TPS3R tersebut selama ini mengelola sampah yang berasal dari aktivitas ITDC dengan volume sekitar 35 ton per hari, di mana sekitar 70 persen merupakan sampah organik.

Sementara itu, sampah yang dihasilkan oleh hotel dan restoran di kawasan pariwisata tersebut sebagian telah dikelola secara mandiri oleh masing-masing pelaku usaha maupun melalui kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki izin resmi.

Dengan bertambahnya kapasitas fasilitas, ITDC berencana membuka peluang bagi hotel dan restoran yang berminat untuk mengelola sampah secara terintegrasi di dalam kawasan.

Meski demikian, Agus menegaskan pihaknya tidak akan serta-merta menghentikan kerja sama pengelolaan sampah yang sudah berjalan antara tenant dengan pihak ketiga, selama kerja sama tersebut memiliki legalitas dan memberikan dampak ekonomi.

“Target kami pada 2026 pengelolaan sampah tenant bisa terintegrasi di kawasan, namun tetap memperhatikan keberlangsungan usaha pihak ketiga yang berizin,” katanya.

Perluasan TPS3R tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pengiriman sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung di Denpasar yang saat ini telah mengalami kelebihan kapasitas.

Langkah ini juga menjadi bagian dari inovasi lingkungan berkelanjutan di kawasan pariwisata seluas sekitar 350 hektare tersebut.

Selain pengelolaan sampah, ITDC juga telah menerapkan teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih melalui sistem Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) guna menekan penggunaan air tanah.

Dalam tiga bulan terakhir, fasilitas tersebut telah memproduksi sekitar 331 ribu meter kubik air bersih, dengan kapasitas produksi mencapai 1,31 juta meter kubik per tahun. (LE-VJ)

Pos terkait