Buleleng, LenteraEsai.id — Tokoh pariwisata Buleleng Nyoman Arya Astawa (akrab dipanggil Jro Mang Dauh) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya. Bertepatan dengan perayaan Manis Kuningan pada Minggu (30/11/2025) pagi, ia mengunjungi Dusun Umasendi, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Buleleng, untuk meninjau langsung kondisi rumah warga yang baru selesai direnovasi.
Kunjungan tersebut berlangsung di kediaman Putu Suastika, seorang pria difabel tunanetra yang tinggal bersama istri dan anak perempuannya. Jro Mang Dauh tampak berhenti sejenak di halaman rumah Suastika untuk mengecek hasil akhir renovasi yang sebelumnya dilakukan guna memperbaiki kondisi rumah yang memprihatinkan.
Rumah milik Suastika sebelumnya berdinding bambu, beratap seng, dan berlantai tanah. Kondisi itu membuat rumah kerap bocor dan tidak nyaman ditempati, terutama saat hujan. Kini, setelah mendapat dukungan renovasi, rumah tersebut telah berdiri lebih layak dengan dinding batako, atap spandek, serta lantai yang sudah diperbaiki sehingga lebih aman dan hangat bagi penghuninya.
Renovasi ini dikerjakan dengan anggaran Rp25 juta yang sepenuhnya bersumber dari dana pribadi Jro Mang Dauh. Ia berharap perbaikan tersebut mampu memberikan kenyamanan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga Suastika. Selama ini, Suastika bekerja mencari bambu yang kemudian dianyam istrinya menjadi sokasi dan berbagai produk anyaman lain untuk dijual sebagai penghasilan sehari-hari.
Melihat rumah yang kini jauh lebih layak, Jro Mang Dauh tampak bahagia. Menurutnya, membantu masyarakat yang sedang kesulitan adalah bagian dari komitmen yang terus ia pegang. “Saya berharap ke depan dapat membantu lebih banyak orang-orang yang memerlukan uluran tangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan tidak hanya ditujukan untuk penyandang disabilitas, tetapi juga bagi masyarakat yang terhimpit secara ekonomi. Jro Mang Dauh bahkan telah merencanakan aksi selanjutnya. “Bulan depan saya akan turun ke Sepang, karena baru saja mendapat informasi ada warga di sana yang rumahnya tidak layak huni,” katanya.
Jro Mang Dauh menegaskan, seluruh kegiatan kemanusiaan yang ia lakukan murni berasal dari panggilan nurani. Ia menyalurkan bantuan menggunakan dana pribadi tanpa meminta dukungan pihak lain, sehingga program kemanusiaan terus berjalan sesuai kemampuan yang dimilikinya dan kebutuhan masyarakat di lapangan. (LE-Vivi)







