Buleleng, LenteraEsai.id – Bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, tokoh pariwisata Buleleng Nyoman Arya Astawa melaksanakan kegiatan Rahajeng Festival. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, dimulai pada hari Sabtu tanggal 17 Agustus 2024 dan berakhir pada 19 Agustus 2024. Festival ini dilaksanakan di Pantai Lovina, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Nyoman Arya Astawa yang akrab dipanggil Mang Dauh menyebutkan, dirinya sungguh-sungguh berniat memajukan pariwisata budaya yang berkelanjutan. Hal ini sudah menjadi kebulatan tekad demi Buleleng yang lebih baik. Pada momen ini, aneka ragam kerajinan tangan, demontrasi membuat jajan laklak bali, tarian tradisional kecak, seni lukis dan seni kreasi pajegan dan jajan untuk persembahan sembahyang, akan ditampilkan dengan melibatkan wisatawan mancanegara. Tidak ayal, para turis asing yang menghabiskan waktunya di sepanjang Lovina menjadi sangat antusias karena bisa terlibat di ajang kebudayaan Bali.
“Mewakili panitia, melalui kegiatan ini besar harapan ‘tiang’ agar Lovina semakin dicintai untuk dikunjungi oleh para wisatawan domestik maupun mancanegara. Ini merupakan festival yang kedua sejak tahun lalu dan akan selalu dilaksanakan setiap tahun ke depannya demi Buleleng love by the world,” harap Mang Dauh.
Selanjutnya dia memaparkan bahwa Bali Utara merupakan destinasi idola dari para turis dari Eropa, mengingat kaya akan sumber daya alam dan memiliki berbagai keunikan budaya untuk dikunjungi. Hamparan pantai yang terpanjang dari barat ke timur, dophin, scuba diving, serta snorkling, pertanian anggur, tembakau, cokelat, kopi, cengkeh, vanili dan persawahan. Semua ada di Buleleng, di samping indahnya sunset dari Pantai Lovina, marilah kita bersyukur untuk hal itu,” katanya yang diamini Made Darmawan selaku panitia Rahajeng Festival.
Di sela-sela acara berlangsung, ketika ‘ditodong’ pertanyaan mengenai rekomendasi bakal calon bupati-wakil bupati Buleleng 2024, Mang Dauh menyampaikan merasa bersyukur sekali atas semua anugerah Ida Sang Hyang Paraning Titah. “Tiang sekarang jadinya lebih fokus ke dunia pariwisata. Dan selamat kepada Pak dr Sutjidra dan Pak Gede Supriatna atas rekomendasi yang diberikan. Semoga mampu mengemban amanat yang diberikan. Tidak ada rumus kecewa dalam kamus hidup tiang. Marilah kita saling bergenggaman tali kasih persaudaraan demi Buleleng yang lebih maju ke depan,” kata Mang Dauh yang didampingi oleh istri dan anak-anaknya.
Pewarta: Anom Wijaya
Redaktur: Laurensius Molan







