Mangupura, LenteraEsai.id – Ketua DPRD Badung I Putu Parwata pada Jumat, 5 Januari 2024 menerima kunjungan lima kelompok masyarakat yang datang untuk beraudiensi di ruang kerjanya di Mangupura.
Kelima kelompok masyarakat tersebut meliputi rombongan para Sulinggih Kabupaten Badung yang dipimpin Ida Rsi Agung Bagawan Ngurah Tegaltamu. Para sulinggih itu akan melakukan tirta yatra (perjalanan suci) ke Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 8, 9 dan 10 Januari 2024 mendatang. Untuk itu dimohon bantuan transportasi ke Pemkab Badung.
Kelompok lainnya adalah beberapa tokoh dinas dan adat di Perumahan Dalung Indah, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Mereka datang menyampaikan banyak persoalan, antara lain tentang perlunya dipasang CCTV, lampu penerangan jalan (LPJ), trotoarisasi di lingkungannya dan lainnya.
Kemudian juga menerima Seka Turuna (ST) Yowana Eka Dharma Banjar Adat Kwanji Dalung yang diantar Kelian Banjar Adat Kurangi. Mereka mohon bantuan perlengkapan pesantian termasuk kostum. Kemudian juga diterima Komunitas Sada Suara Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Badung. Mereka akan melakukan lomba menabuh Gender Wayang. Serta terakhir menerima ibu-ibu Pengurus Daerah Yayasan Aisyah Badung, yang menyampaikan akan melaksanakan pendidikan politik bagi perempuan.
Ketika menerima tamu-tamunya itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata tampak berlangsung rileks dan kekeluargaan. Kadang percakapan berlangsung serius kadang terdengar tawa berderai. Sehingga suasana jadi hidup. Setiap yang hadir diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi, unek-unek dan persolan di lingkungannya masing-masing. Maka durasi pertemuan pun menjadi cukup panjang.
Walau demikian, pengamatan LenteraEsai (LE) menunjukkan bahwa Ketua DPRD Badung asal Desa Dalung itu terkesan tidak ada capeknya. Stamina fisik dan psikisnya tetap terjaga. Intonasi suaranya sangat mantap, kadang meluncur keras dan tegas.
“Tadi saya menerima berbagai kelompok masyarakat. Semua diterima secara adil dan merata, tidak ada pembedaan. Pemerintah mensuport, memfasilitasi, membantu program yang dilaksanakan kelompok-kelompok masyarakat tersebut. Hal itu demi mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Parwata menjawab awak media massa.
Ditambahkan Putu Parwata, termasuk para Sulinggih yang relatif mepet mengajukan bantuan transportasi, pemerintah tetap melayani dengan baik. Karena itu adalah bakti dan pengabdian kepada para pendeta yang sangat dihormati bersama.
“Bagi pengajuan bantuan yang bisa diprogramkan tahun 2024 ini akan dilaksanakan. Tetapi yang belum bisa, berarti akan dibantu berikutnya,” kata Putu Parwata, menyampaikan.
Pewarta: I Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan







