Agam, LenteraEsai.id – Pendaki yang meninggal dunia akibat letusan Gunung Marapi di Sumatera Barat yang terjadi hari Minggu (3/12/2023) lalu, hingga kini telah terhitung sebanyak 23 orang.
“Perhitungan mutakhir hingga Rabu (6/12) malam pukul 21.00 WIB, total korban jiwa akibat erupsi Gunung Marapi mencapai 23 jiwa, ” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Ichwan Pratama Danda, saat dikonfirmasi, Kamis (7/12/2023).
Sebelumnya, tercatat sebanyak 75 pendaki berada di bagian puncak dan lereng saat Gunung Marapi meletus Minggu sore lalu. Dari pendaki sejumlah itu, 52 orang ditemukan selamat dan telah kembali ke rumahnya masing-masing.
“Sekarang dengan ditemukannya sebanyak 23 korban meninggal dunia, berarti tidak ada lagi pendaki yang masih tercecer di kawasan puncak dan lereng Gunung Marapi,” ucapnya, menjelaskan.
Berikut daftar korban meninggal dunia yang telah berhasil teridentifikasi, Muhammad Adan (21), Muhammad Teguh Amanda (19), Nazahra Adzin Mufadhol (22), Muhammad Alfikri (19), Nurva Afitri (27), M Wilki Syaputra (20), Divo Suhandra (26), Afranda Junaidi (26), Wahlul Alde Putra (19), dan Riski Rahmat Hidayat (20).
Selanjutnya, Reyhani Zahra Fadli (18), Filhan Alfiqh Faizin (18), Aditya Prasetyo (20), Yasirli Amrin (20), Irfandi Putra (21), Muhammad Iqbal (23), Ilham Nanda Bintang (21), Novita Intan Sari (39), Lenggo Baren (19), Zikri Habibi (19), Liarni (22), Frengki Chandra Kusuma (23), dan Siska Alfina (24).
“Jadi semua korban sudah ditemukan, terakhir kemarin satu orang meninggal dunia. Dengan begitu untuk pencarian dan pertolongan yang dikomandoi rekan Basarnas, sesuai hasil rapat evaluasi dan sudah ditemukan semuanya, maka operasi SAR akan ditutup,” ujar Ichwan Pratama.
Kendati demikian, lanjut Ichwan, BPBD Kabupaten Agam akan tetap mengaktifkan posko tanggap darurat. Ia menjelaskan, pembukaan posko tersebut bertujuan untuk langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan. Apabila ada pihak yang masih mencari anggota keluarganya, dapat berkoordinasi lebih lanjut dengan petugas di posko.
“Posko tanggap darurat masih akan tetap kami aktifkan dalam situasi yang masih darurat ini, karena siapa tahu masih ada keluarga yang mencari anggota keluarganya. Maka mereka bisa mencari ke sini (posko) dengan membawa data valid, ” kata Ichwan dengan menyarakan, apabila ada yang masih mencari keluarganya lebih baik datang ke posko, karena kalau lewat telepon rawan miskomunikasi.
Sementara itu, pihak BPBD juga direncanakan akan berkoordinasi dengan lintas instansi mulai dari yang bertugas menangani sektor pertanian, kehutanan, hingga kesehatan guna penanggulangan dampak lanjutan dari erupsi Gunung Marapi ini.
Kepada masyarakat di sekitar Gunung Marapi ia mengimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 3 km dari puncak kawah. Selain itu, masyarakat yang berada di 4 kecamatan terdekat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan memakai masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpancing isu yang masih simpang siur, serta tidak menyebarkan informasi yang belum bisa diverifikasi kebenarannya. “Kami harapkan selalu dapat mengikuti arahan dan imbauan dari pemerintah daerah setempat,” ujarnya, mengingatkan.
Pewarta: Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan







