Prof Antara: Mahasiswa Modul Nusantara Wajib Rawat Kebhinekaan dan Saling Memahami

Rektor Universitas Udayana, I Nyoman Gde Antara, Ketika menerima rombongan pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) 3 di ruang Nusantara, Gedung Agrokompleks Kampus Unud Denpasar, Senin (4/9/2023) (Foto: Dok. Universitas Udayana)

Denpasar, LenteraEsai.id – Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof I Nyoman Gde Antara melaksanakan acara penyambutan rombongan pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) 3 Universitas Udayana, bertempat di Ruang Nusantara, Gedung Agrokompleks Kampus Unud Denpasar, Senin (4/9)

Prof Antara mengaku sangat berbahagia berada di tengah-tengah warna-warni puluhan jas almamater mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. “Ini keren sekali, mahasiswa dari seluruh Indonesia melaksanakan Pertukaran Mahasiawa Dalam Negeri (PMDN) di Unud,” seloroh Guru Besar Fakultas Teknik Unud itu saat menerima secara resmi mahasiswa inbound Unud 2023.

Bacaan Lainnya

Kegiatan Modul Nusantara ini menjadi ajang bagi mahasiswa memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa. Kebhinekaan, lanjutnya, wajib dirawat untuk menumbuhkan rasa saling memahami bahwa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki suku, ras, dan agama yang beragam. Perbedaan itu mesti diterima, bukan diperdebatkan hingga menimbulkan persaingan tidak sehat.

“Mahasiswa PMDN pada saatnya akan menjadi pemimpin, pengalaman Modul Nusantara menjadi bekal penting dalam memimpin bangsa ini secara bijak nantinya,” katanya. Prof Antara berharap nantinya mahasiswa Modul Nusantara mampu memupuk rasa senasib-sepenanggungan yang dijadikan modal dasar membela anak bangsa keluar dari kebodohan dan kemiskinan.

Unud, lanjutnya, memfasilitasi pelaksanaan kegiatan Modul Nusantara secara penuh. Harapannya jumlah mahasiswa Modul Nusantara yang inbound ke Unud meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2023 baru bisa menerima 186 mahasiswa, beberapa tahun ke depan diharapkan bisa naik menjadi 500 mahasiswa.

“Harapannya seluruh mahasiswa yang berminat mengikuti PMDN di Unud tidak perlu diseleksi tetapi ditampung seluruhnya. Kalau sekarang peminatnya 4.416 mahasiswa, nanti kuotanya disediakan 5.000, kan bagus,” ucapnya, bersemangat.

Kehadiran mahasiswa Modul Nusantara juga dijadikan ajang promosi oleh orang nomor 1 di Unud itu. Dijelaskan, saat ini Unud memiliki 13 fakultas dan 1 program pascasarjana, dengan 122 program studi yang sebagian besar akreditasi A dan Unggul. Secara kelembagaan akreditasi Unud adalah Unggul. Unud memiliki 1.800 dosen, dengan 215 orang berstatus guru besar. Jumlah pegawai yang melayani administrasi kemahasiswaan mencapai 1.600 orang.

“Jumlah mahasiswa Unud mencapai 30.000 dari seluruh tingkatan yakni S0/S1, S2 dan S3. Kalau adik berminat jadi mahasiswa Unud, nanti bisa melanjutkan S2 atau S3 di sini,” kata Rektor Prof Antara, menyampaikan.

Ketua Unit MBKM Unud Dr Ir Ketut Sardiana MSi melaporkan saat ini pihaknya menerima 186 mahasiswa inbound dari 99 perguruan tinggi pengirim dari Indonesia. “Universitas Sam Ratulangi-Manado menjadi PT pengirim mahasiswa PMDN terbanyak ke Unud, sebanyak 11 orang, diikuti Universitas Padjajaran-Bandung, Universitas Sriwijaya-Palembang dan yang lainnya,” ujar Dosen FP unud itu.

Ditambahkan, mahasiswa inbound Unud tiba di Bali sejak Rabu (29/8) lalu dan kelancaran keperluannya selama melaksanakan PMDN di Unud dibantu mahasiswa mentor dan dosen modul. Seluruh mahasiswa PMDN dibagi menjadi 8 kelompok, dan tiap kelompok didampingi 1 dosen modul dan 1 mentor.

Kegiatan penyambutan mahasiswa inbound di Unud dilaksanakan secara hybrid yakni luring di Denpasar dan daring yang dihadiri pejabat Kemendikbud Jakarta, dan dosen-dosen perguruan tinggi pengirim. Mahasiswa modul diterima secara resmi dengan pemakaian jas almamater Unud dan penyerahan buku panduan akademik Unud.

Mahasiswa inbound mengaku sangat bahagia bisa bergabung di Unud karena mereka dapat berkunjung ke destinasi yang terkenal di dunia, sekaligus bisa mempelajari kebudayaan Bali. (LE/Vik)

Pos terkait