Singaraja, LenteraEsai.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Drs Gede Suyasa Mpd membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Buleleng tahun 2023 yang diselenggarakan di Hotel Sunari Lovina, Bulreleng pada Kamis (13/7/2023).
Rakor yang mengambil tema ‘Kolaborasi Lintas Sektor Melalui Reformasi Agraria Guna Mewujudkan Penataan Aset dan Penataan Akses Kabupaten Buleleng’, dihadiri Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Buleleng Agus Apriawan, pimpinan SKPD terkait di lingkup Pemkab Buleleng, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Buleleng, dan beberapa tokoh masyarakat.
Ditemui usai membuka acara, Sekda Suyasa mengucapkan apresiasinya atas kinerja dari Gugus Tugas Refoma Agraria Kabupaten Buleleng yang telah menyelesaikan beberapa permasalahan besar di Kabupaten Buleleng.
“Gugus tugas di Kabupaten Buleleng sudah membentuk kampung agraria di Desa Sumber Kelampok, bahkan mampu menyelesaikan penetapan penataan aset tentang status kepemilikan tanah pekarangan dan garapan di Desa Sumber Kelampok yang tanahnya dari Pemprov Bali,” ungkapnya.
I menyebutkan, sekarang Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Buleleng sedang memproses tanah hutan yang dimohonkan oleh masyarakat eks Timor Timur di Desa Sumber Kelampok.
“Tahap satunya untuk tanah pekarangan sudah ada rekomendasi dan sekarang sudah berproses di BPN. Setelah itu selesai akan dilanjutkan dengan tanah garapan, dan sekarang masih tahap koordinasi karena tanah itu masih kawasan tanah hutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Buleleng Agus Apriawan mengatakan, sudah ada rekomendasi pelepasan hutan produksi dari Kementerian Lingkungna Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. “Itu yang akan kita usulkan anggarannya untuk penetapan asetnya, semoga ini disetujui sehingga tahun 2024 kita bisa kerjakan,” tuturnya dengan menambahkan, setelah asetnya jelas, selanjutnya penataan akses bisa dikerjakan.
“Pada lahan masyarakat eks Timor Timur yang baru disetujui kurang lebih sekitar 9 hektar, dan tercatat ada 107 KK di sana,” kata Agus Apriawan, menjelaskan. (LE/Nom)







