Denpasar, LenteraEsai.id – Angin kencang yang menerjang wilayah Kota Denpasar dan sekitarnya pada Senin (2/1/2023) sore hingga Selasa (3/1) siang, telah mengakibatkan timbulkan beberapa bentuk bencana. Pihak Polda Bali yang turun ke lapangan, mencatat bahwa bencana sedikitnya terjadi di 11 lokasi di wilayah Denpasar dan Kabupaten Badung.
Bencana tersebut sebagian besar berupa pohon tumbang hingga menyumbat jalan raya, bahkan merusak kendaraan bermotor dan melukai beberapa pengemudinya. Selain itu, angin kencang juga merusak bangunan milik penduduk.
Kapolda Bali Irjen Pol Drs Putu Jayan Danu Putra SH MSi melalui Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto SIK MSi kepada pers di Denpasar, Selasa (3/1) mengatakan, angin kencang yang terjadi di Pulau Dewata sesuai dengan informasi dari BMKG, yakni disebabkan oleh adanya tekanan rendah di Australia dan pertemuan angin/konvergensi di selatan Bali.
Mengenai rincian kejadian, Kabid Humas mengungkapkan, untuk di wilayah Denpasar Selatan, terjadi pohon tumbang di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya utara median Matahari Terbit. Pohon tumbang menimpa 3 kendaraan yang berada di sekitar lokasi, yaitu 2 sepeda motor dan 1 mobil.
Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor Honda Scoopy DK-6288 -MS, Ni Nengah Susanti (26), mengalami luka lecet pada bagian wajah, serta pengendara Vario Techno DK-5659-ABB, Komang Agus Merta Yasa (23), mengalami nyeri pada bagian leher, sedangkan yang dibonceng, Putu Desi Ariani (20) mengaku mengalami mual akibat benturan.
Nasib apes dialami pemilik mobil Dhaihatsu Terios DK-1995-MK yang parkir di lokasi kejadian. Mobil milik I Komang Heri Suwantara yang saat itu mengantar tamu ke Pelabuhan Sanur, mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang, ucapnya.
Untuk wilayah Denpasar Timur, lanjut Kombes Satake Bayu, kejadian pohon tumbang terjadi di 5 lokasi. Pertama, pohon tumbang terjadi di Jalan Bay Pass IB Mantra, tepatnya di timur patung Titi Banda. Dua pohon jenis santan berdiameter 30 cm dan 70 cm, tumbang menimpa warung milik Marjan (46). Akibatnya, korban mengalami kerugian sekitar Rp15 juta.
Kedua, terjadi di belakang stand bunga Maulana Garden 1 atau selatan Lapangan Kapten Japa, Denpasar Timur. Pohon asem berdiameter 30 cm, rebah menimpa sebuah rumah semi permanen milik Wisnu Santoso (42). Korban mengalami kerugian sekitar Rp20 juta.
Ketiga, pohon tumbang terjadi di Jalan Kecubung, Desa Sumerta Klod, Denpasar Timur. Tidak ada korban jiwa maupun meterial dari kejadian ini. Keempat, pohon tumbang terjadi di Jalan Kapten Cok Agung Tresna, tepatnya utara Kantor Gubernur Bali. Tidak ada korban jiwa maupun material. Kelima, pohon tumbang terjadi di Jalan Kusuma Atmaja, tepatnya d isebelah barat Lapangan Bajra Sandi Renon, Denpasar, syukur tidak ada korban jiwa dan kerugian material, ujar Kabid Humas.
Dikatakan, untuk wilayah Denpadar Barat, pohon tumbang terjadi di dua lokasi. Pertama, di simpang Jalan Gajah Mada- alan Sulawesi, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat. Sebuah pohon jenis angsana berdiameter 1 meter dengan tinggi sekitar 10 meter, tumbang hingga menutupi badan jalan. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun material dalam peristiwa ini.
Kedua, pohon tumbang terjadi di Jalan MT Haryono hingga menutupi badan jalan dan menimpa kabel listrik, Meski kabel tidak sampai putus, tetapi kejadian itu mengakibatkan akses arus lalu lintas di Jalan MT Haryono tidak bisa dilewati kendaraan. Kejadian tersebut mendapat penanganan cepat dari tim BPBD, DLHK, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan petugas PLN.
Untuk wilayah Denpasar Utara, kata Kabid Humas, pohon tumbang terjadi di 2 lokasi. Pertama, di Jalan Bedahulu No.22/Jalan Bedahulu VIII, Denpasar Utara. Sebatang pohon perindang jenis angsana berdiameter 50 cm dan tinggi sekitar 30 meter, roboh menimpa kebel listrik dan sebuah pelinggih di rumah warga, Nyoman Gede Antaguna. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp3 juta.
Kedua, terjadi di Angkringan Jogja 46, Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar Utara. Atap kanopi garase terbuat dari lembaran seng rangka besi dengan panjang 10 meter, rontok akibat diterpa angin kencang. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian sekitar Rp10 juta, ujarnya.
Sementara kejadian di wilayah Kuta, Kabupaten Badung, lanjut mantan Kapolsek Kuta itu, pohon tumbang terjadi di depan Central Parkir Jalan Raya Kuta dengan menimpa bangunan bengkel milik Wayan Werka. Untuk nilai kerugiannya masih dalam penghitungan petugas.
Terkait cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Bali, Kepolisian Daerah Bali memberikan imbauan kepada masyarakat. Kapolda Irjen Putu Jayan Danu Putra melalui Kabid Humas, meminta kepada seluruh warga untuk lebih waspada dan berhati-hati, terutama ketika berada dalam perjalanan, mengingat angin kencang bisa mengakibatkan pohon tumbang atau robohnya papan reklame, bahkan tiang listrik, tiang telepon, dan beberapa fasilitas publik lainnya.
“Jika tidak urgent dan mendesak, sebaiknya tetap di rumah saja, tunda dulu lakukan bepergian. Ikuti perkembangan informasi terutama update prakiraan cuaca ekstrem yang disampaikan BMGK,” katanya.
Kombes Satake Bayu menyampaikan, jika ada kejadian dan kondisi kedaruratan yang memerlukan penanganan dari kepolisian, bisa menghubungi layanan contact center 110. “Mari bersama-sama kenali potensi bencana di sekitar kita, siapkan strategi penyelamatan diri dan keluarga,” ujar Kabid Humas Polda Bali, mengingatkan. (LE-DP)







