Lulusan STKIP Amlapura Nyatakan Siap Isi Kekosongan Guru di Karangasem

Karangasem, LenteraEsai.id – STKIP Agama Hindu Amlapura mengadakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-26 Program Sarjana S1 yang berlangsung pada Sabtu (17/12/2022) di Auditorium Hotel Prama Sanur Beach Bali.

Sebanyak 66 mahasiswa yang dinyatakan lulus dari empat Program Studi yang ada di STKIP tersebut, meliputi 24 orang dari Program Studi Pendidikan Agama Hindu, 10 orang dari Program Studi Pendidikan Bahasa Bali, 10 orang dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dan 22 orang dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar/PGSD.

Bacaan Lainnya

Lulusan sebanyak itu pada umumnya menyatakan sangat siap untuk mengisi kekurangan tenaga guru yang mencapai lebih dari 1.000 orang di hampir seluruh sekolah dasar (SD) dan SMP di Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur.

Wisuda kali ini sangat berbeda dari yang sebelumnya, karena untuk pertama kalinya STKIP Agama Hindu Amlapura meluluskan mahasiswa dari Program Studi PGSD dan Pendidikan Bahasa Inggris. Selain para wisudawan, wisuda kali ini juga dihadiri para orang tua  wisudawan/wisudawati atau yang mewakili.

“Hasil akademik yang diraih merupakan bekal ke depan untuk menuju kesuksesan di masa depan. Dengan mengembangkan kemampuan litereasi, pemikiran kritis, keterampilan diri dan tetap mempertahankan jati diri. Saudara juga harus tetap belajar, jadikanlah dunia ini sekolah, setiap pristiwa sebagai proses pembelajaran, dan semua unsur di dalam pristiwa tersebut merupakan sumber belajar. Dengan demikian, anda dapat mengetahui, memahamgi serta dapat menentukan tujuan hidup serta dapat memilih pilihan hidup secara cerdas agar saudara berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara,” kata Drs I Wayan Duija MPd, selaku Ketua STKIP Agama Hindu Amlapura dalam sambutannya di hadapan para wisudawan.

Sementara Prof Dr Drs I Wayan Duija MSi, selaku Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu mengatakan, lulusan harus dipastikan mendapatkan pekerjaan yang layak. “Maksimal, masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan tidak boleh lebih dari 2 tahun. Apabila lebih, maka konsekuensinya berpengaruh terhadap stakeholders. Mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus, jadi saya harap mahasiswa di sini, misalkan Prodi Pendidikan Agama bisa magang di kantor Kementerian Agama. Paling tidak jika ia tidak menjadi guru, ia dapat menjadi staf yang baik. Begitu pula mahasiswa PGSD bisa magang di Dinas Pendidikan. Sehingga pengalam itu yang dapat digunakan mahasiswa untuk masuk nantinya ke dunia kerja,” ucapnya, menandaskan.

Pada wisuda ke-26 kali ini, STKIP Agama Hindu Amlapura telah melepas sebanyak 66 orang lulusan, di mana mereka dinilai sangat siap untuk mengisi kekosongan guru. Seperti diketahui, selain tenaga guru memang kurang, juga tidak sedikit guru di Kabupaten Karangasem yang akan memasuki masa pensiun pada 2023 mendatang.

“Iya, dikarenakan kwalifikasi lulusan kami sangat berkopeten khususnya di dunia pendidikan. Kami berharap peran serta Pemerintah Kabupaten Karangasem dapat turut serta membantu memberikan kemudahan kepada para lulusan untuk mengisi kekosongan tenaga guru di Kabupaten Karangasem pada tahun mendatang,” ujar Prof  Wayan Duija, mengharapkan. (LE-Ami)

Pos terkait