Karangasem, LenteraEsai.id – Bagian tembok sarana olahraga CO2S di Banjar Dharma Winangun, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, ambruk akibat tergerus tanah longsor bersamaan dengan turunnya hujan yang cukup lebat.
Celakanya, material tembok yang ambruk tersebut kemudian langsung menimpa sebuah rumah usaha yang memproduksi kue atau jajanan Bali, yang letaknya bersebelahan.
Sekretaris BPBD Kabupaten Karangasem Eka Putra Tirtana yang turun melakukan asesmen bersama timnya ke lokasi musibah, Jumat (25/11) menyebutkan, bagian tembok bangunan sarana olahraga tersebut roboh setelah turunnya hujan cukup deras pada siang itu.
“Air hujan dalam vilume yang cukup besar menggerus saluran air atau selokan yang ada di samping tembok, kemudian mengikis pondasi tembok hingga jebol,” ucapnya.
Bersamaan dengan rebahnya tembok, air selokan masuk ke dalam usaha rumahan ‘Snack Goreng Yadnya’ milik I Made Widiartanaya Dwipa yang memproduksi jajanan Bali berupa jaja goreng atau snack yang biasa dipakai bebantenan dalam ritual persembahyangan.
“Bagian bangunan sarana olahraga yang roboh itu ialah tempat penontonnya, kebetulan robohnya ke samping sehingga mengenai rumah usaha yang bangunannya dempet dengan sarana olahraga tersebut,” katanya saat dikonfirmasi.
“Peristiwa ini terjadi pada 23 November lalu, namun baru dilaporkan kepada kami hari ini, sehingga kami baru melaksanakan asesmen. Sang pemilik juga mengalami kerugian yang tidak sedikit,” ucapnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian tersebut, karena kebetulan saat itu rumah usaha milik Made Widiartana sedang libur berproduksi. Kerugian yang diderita oleh pemilik bangunan mencapai Rp25 juta, karena selain menjebol bagian atap kanopi dan tembok, juga beberapa sarana usaha diketahui rusak.
Sementara bangunan sarana olahraga yang digerus longsor, selain bagian temboknya yang jebol juga bagian tempat duduk penonton mengalami kerusakan. Kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp 130 juta, ujarnya. (LE-Ami)







