Karangasem, LenteraEsai.id – Sebagian besar dari 260-an penumpang KMP Mutiara Timur I yang terbakar saat melintas di perairan Jemeluk-Karangasem, Bali langsung diivakuasi ke daerah tujuan awal mereka, yakni ke wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.
Sejauh ini hanya delapan penumpang yang berhasil diselamatkan oleh nelayan saja yang masih tampak ditampung di Kantor Polsek Abang, Kabupaten Karangasem., selebihnya sudah diboyong ke Banyuwangi.
Sebagian besar penumpang berhasil dievakuasi KRI TNI AL yang tengah berjaga-jaga di wilayah perairan Bali terkait penyelenggaraan KTT G20 di Nusa Dua. Sehubungan tujuan awal mereka ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, maka mereka langsung diboyong ke daerah tersebut.
Evakuasi pada Rabu (16/11) malam disebutkan sudah selesai dilaksanakan. Para penumpang selamat yang diinformasikan seluruhnya berjumlah sekitar 260-an.
Kapolsek Abang AKP I Ketut Anyar Wijana SH ketika dihubungi membenarkan bahwa 8 penumpang yang berhasil diivakuasi nelayan, kini masih ditampung pihaknya. “Ya, masih di kantor kami, dan sebentar lagi akan kami angkut ke Pelabuhan Padangbai untuk dapat meneruskan perjalanan ke dearah yang mereka tuju,” katanya.
KMP Mutiara Timur I mengeluarkan asap tebal yang diketahui berasal dari dasar dek kapal, Rabu (16/11/2022) sore. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada pukul 15.00 Wita. Di mana hal ini sebabkan kepanikan para penumpang.
KMP Mutiara Timur I merupakan kapal rute Pelabuhan Lembar-Ketapang yang memuat penumpang melewati perairan Jemeluk, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Kapal tersebut dinakhodai oleh Kapten William. Saat evakuasi, mesin kapal terpaksa dimatikan. Kapal kini mengapung pada jarak sekitar 1,5 km dari bibir Pantai Jemeluk.
Kapal tersebut diketahui memuat sebanyak 236 penumpang serta terdapat 35 ABK. Proses evakuasi telah usai dilaksanakan oleh tim SAR gabungan dari Pos SAR Karangasem, TNI AL, pihak kepolisian, BPBD Karangasem serta nelayan setempat. Digerakkan pula personel SAR dari Unit Siaga Nusa Penida, serta KN SAR Arjuna dari Pelabuhan Benoa.
Kepala Basarnas Bali, I Gede Darmada mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. “Petugas kami masih fokus pada evakuasi ratusan penumpang serta ABK. Terkait penyebab belum kami kaji, itu nanti KNKT yang punya urusan,” katanya. Dijelaskan, jalannya evakuasi menggunakan 2 unit KRI milik AL dan 2 unit Rigid Inflatable Boat milik Basarnas. (LE-Ami)







