59 KK di Dusun Sega Terisolir dan 17 KK di Basangalas Mengungsi Akibat Banjir

Karangasem, LenteraEsai.id – Bupati Karangasem Gede Dana bersama Kalaksa BPBD dan Kadis PU Karangasem serta Camat Abang, pada Rabu (19/10/2022) turun mengecek kondisi di lapangan pascabencara banjir dan tanah longsor guna mengetahui tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Lokasi yang pertama dikunjungi Bupati Gede Dana dan rombongan, adalah Dusun Sega, Perbekelan Bunutan, Kecamatan Abang yang pada Senin (17/10) lalu dilanda bencana tanah longsor dan banjir yang cukup besar.

Bacaan Lainnya

Bagian tebing yang menjulang tinggi di dusun tersebut tiba-tiba longsor, dan material longsorannya langsung menutup akses jalan satu-satu bagi warga untuk keluar masuk Dusun Sega. Akibatnya, timbunan material longsoran yang menggunung di jalanan tersebut, langsung membuat penduduk yang terdiri atas 59 kepala keluarga (KK) menjadi terisolir dari dunia luar.

“Begitu menerima laporan, saya langsung perintahkan BPBD dan Dinas PU untuk mendatangkan alat berat guna mempercepat penanganan longsor. Semoga dalam dua hari ini alat berat sudah bisa masuk ke Sega untuk melakukan pengedukan material longsoran yang menutup jalanan desa,” ujar Gede Dana kepada awak media massa saat melakukan pengecekkan ke lokasi bencana.

Dari laporan yang diterimanya pihaknya, lanjut Bupati Gede Dana, selain 59 KK yang kini terisolasi, juga sebanyak 18 KK yang terdampak langsung atas bencana tanah longsor. Dalam kesempatan itu Bupati langsung menyerahkan bantuan kepada 18 KK terdampak berupa kompor gas, selimut, matras dan paket sembako yang secara simbolis diterima oleh 5 KK.

Dari laporan Kadus Sega I Komang Kariana, ada sebanyak 15 sepeda motor yang hanyut terbawa banjir, dan dua di antaranya sampai saat ini belum ditemukan. Banjir bandang yang terjadi pada Senin (17/10) pagi itu juga mengakibatkan seorang warga atas nama I Made Mudiasa mengalami luka-luka cukup serius setelah terseret arus deras hingga sejauh 150 meter.

“Untuk warga yang mengalami luka-luka akibat terseret banjir, saat ini sudah dirawat di RSUP Sanglah Denpasar karena mengalami patah tulang,” ucap Gede Dana sembari mengungkapkan keprihatinannya atas bencana banjir yang melanda warganya tersebut.

Usai pengecekan dampak banjir di Dusun Sega, Gede Dana melanjutkan pengecekan ke Banjar Basangalas Kangin, Desa Tribuana, Kecamatan Abang. Sedikitnya 17 KK di desa ini yang mengungsi ke rumah kerabat dan ke balai banjar karena akses jalan menuju tempat tinggal mereka rusak akibat digerus banjir.

“Untuk kerusakan akses jalan, tadi saya sudah turun langsung bersama dengan Dinas PU. Kami akan upayakan untuk secepatnya dapat dilakukan perbaikan, karena jalan itu satu-satunya akses ekonomi dan pendidikan bagi warga dan anak-anak di Basangalas Kangin,” ujar Gede Dana.

Di dusun tersebut, Bupati Gede Dana juga menyerahkan bantuan kompor gas, matras, selimut, dan sembako kepada 17 KK yang tercatat pergi mengungsi.

Mengingat kondisi cuaca ekstrem sekarang ini, Bupati Gede Dana mengimbau masyarakat Karangasem untuk tetap waspada, utamanya warga yang berada di kawasan rawan bencana, seperti yang bermukin di dekat aliran sungai atau tebing yang rawan longsor. “Untuk sementara waktu, sebaiknya bergeser ke tempat yang aman, terutama pada malam hari atau saat hujan turun cukup lebat,” katanya, mengingatkan. (LE-Ami)

Pos terkait