Karangasem, LenteraEsai.id – Graham (68), warga negara asal Inggris yang menghilang ketika melakukan aktivitas snorkeling di kawasan Pantai Blue Lagoon, Padangbai, Kabupaten Karangasem, hingga batas waktu pencarian selama tujuh hari belum juga ditemukan.
Sehubungan dengan itu, tim SAR gabungan yang terjun ke lapangan, memutuskan untuk melakukan perpanjangan waktu pencarian, meski secara formal batas waktu yang ditetapkan hanya selama tujuh hari.
“Kemarin sudah hari ketujuh dilakukannya pencarian, belum juga menemukan yang dicari. Namun dari hasil evaluasi tim SAR gabungan serta koordinasi dengan instansi terkait, keluarga dan pihak konsulat, maka akhirnya diputuskan untuk memperpanjang operasi SAR,” kata Koordinator Pos SAR Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana, di Padangbai, Rabu (5/10).
Ia menyebutkan, perpanjangan operasi SAR untuk pencarian bule asal Inggris tersebut diputuskan hingga tiga hari ke depan dengan wilayah penelusuran yang lebih diperluas.
Artinya, pada hari ini upaya pencarian telah memasuki hari ke-8. Seperti biasa, pencarian dilakukan dengan dua jenis penyusuran, yakni penyusuran darat dan laut, ucapnya.
“Untuk di laut, kemarin kami sudah mencari sampai ke perairan wilayah Pantai Masceti, Kabupaten Gianyar. Sementara untuk hari ini jangkauannya diperluas, dengan harapan dapat menemukan sasaran,” ujar Ngurah Eka, menjelaskan.
Sama seperti hari-hari sebelumnya, operasi SAR kali ini pun dilakukan dengan mengerahkan perangkat rubber boat, dibantu sejumlah jukung milik nelayan. Sedangkan tim SAR gabungan yang terlibat terdiri atas unsur Basarnas, Balawista BPBD Karangasem, Bakamla Karangasem, TNI AL dan Satpol Air Karangasem.
Graham yang merupakan wisatawan asal Inggris, dilaporkan hilang ketika melakukan aktivitas snorkeling di kawasan Pantai Blue Lagoon Padangbai pada Rabu (28/9/2022) lalu.
Ia datang ke Pantai Blue Lagoon bersama istrinya, dan memulai snorkeling sejak kurang lebih pukul 17.30 Wita. Di tengah aktivitasnya tersebut, tiba-tiba korban terpisah dengan sang istri dan langsung menghilang di antara deburan ombak yang cukup tinggi pada sore hari itu. (LE-Ami)







