Akibat Lalai, Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Tianyar Karangasem

Karangasem, LenteraEsai.id – Kebakaran lahan kembali terjadi di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, tepatnya di Banjar Dinas Darma Winangun, Banjar Adat Eka Darma Pilian, Desa Tianyar Timur pada Senin (8/8/2022) malam.

Kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh Ni Komang Mariantini yang tengah berjualan di Warung Cek Bung miliknya. Kobaran api terlihat membara di atas lahan bekas penggaraman seluas kurang lebih 50 are itu.

Bacaan Lainnya

Panik, Mariantini kemudian berteriak memanggil warga sekitar hingga salah seorang warga berinisiatif untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran, khawatir api terus menyebar akibat tertiup angin sehubungan lokasi kebakaran dekat dengan pantai yang hembusan anginnya cukup kuat.

Bila api terus menyebar, dikhawatirkan pula merembet ke kawasan pemukiman warga yang letaknya tidak jauh dari kobaran si jago merah. Selain itu, lidah api juga ditakutkan menyambar dan membakar vegetasi kebun kelapa yang produktif ataupun pohon-pohon jati yang ada di sekitarnya.

Mendapat laporan adanya musibah itu, petugas Damkartan Karangasem meluncur ke tempat kejadian. Beruntung setelah sekitar 8.500 liter air disemprotkan ke pusat kebakaran, kobaran api berhasil dijinakkan.

Beberapa penduduk setempat menyatakan bersyukur lidah api tidak sampai merembet ke warung ataupun rumah-rumah warga, mengingat keboran si jago merah nampak begitu besar dan liar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem I Nyoman Siki Ngurah mengatakan bahwa kebakaran lahan tersebut diakibatkan oleh adanya kelalaian dari salah seorang warga setempat yang membakar sampah.

“Dari penjelasan polisi yang bertugas di desa itu, diketahui ada seorang ibu yang membakar sampah untuk membersihkan lahan bekas penggaraman. Kobaran sudah sempat disiram, tapi api tetap membesar, merembet terbawa angin laut, membakar kebun di sekitarnya,” katanya ketika dikonfirmasi Selasa (9/8/2022) pagi.

Sementara salah seorang warga setempat, Made Antara (49) mengaku sangat bersyukur karena kebakaran cepat tertangani. “Syukur Dinas Damkartan datang dengan cepat. Saya sempat panik karena api berkobar cepat, takutnya membakar pemukiman,” ujarnya sambil menghela napas panjang.

Musibah tidak dilaporkan menelan korban jiwa maupun luka-luka, terkecuali beberapa jenis tumbuhan produktif menjadi hangus bersamaan dengan terbakarnya tanaman perdu dan belukar mengering lainnya. (LE-Ami)

Pos terkait