Dilempar Ibu Kandung ke Sungai, Jenazah Bocah Ditemukan di Relung Tumpukan Sampah

Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian bocah yang terseret arus Sungai Denai Kabupaten Deli Serdang. (Foto: Dok Humas Basarnas)

Medan, LenteraEsai.id – Humaira Putri (8), bocah perempuan yang dilempar ibu kandungnya ke aliran Sungai Denai di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, akhirnya ditemukan telah menjadi mayat terdampar di relung sungai di antara tumpukan sampah pada Minggu (3/7) malam.

Sebelum korban ditemukan, tim SAR gabungan yang terdiri atas Rescuer Kantor SAR Medan, Ditsamapta Polda Sumut, RBBS, SAR MTA, relawan Rumah Zakat, Faji Deli Serdang dan masyarakat, sejak kejadian 26 Juni lalu terus-menerus melakukan pencarian terhadap seorang bocah yang dilaporkan dibuang ibu kandungnya ke aliran Sungai Denai.

Bacaan Lainnya

Dengan menggunakan perahu LCR milik Basarnas Medan dan
Ditsamapta Polda Sumut serta perahu rafting milik relawan Rumah Zakat, pencarian dilakukan dari lokasi awal kejadian hingga muara sungai menuju laut. Selain itu, pencarian juga menggunakan alat Scan Sonar yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan korban, serta pemasangan jaring di hilir sungai.

Namun demikian, korban baru berhasil ditemukan oleh warga di antara tumpukan sampah di relung di pinggiran sungai pada Minggu (3/7) malam sekitar pukul 20.00 WIB, telah tak lagi bernyawa.

“Korban pertama kali ditemukan oleh warga, kemudian dilaporkan ke FKDM setempat dan Polsek Percut Sei Tuan serta Basarnas Medan. Saat ini korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut,” ungkap petugas SAR yang turun ke lapangan, Selasa (5/7).

Sebelumnya, personel siaga Basarnas Medan menerima informasi tentang adanya seorang bocah perempuan atan nama Humaira Putri (8), warga Pasar IV Tembung Gang Sepakat V Medan, hanyut terseret arus Sungai Denai, tepatnya di Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Diungkapkan bahwa kejadian bermula pada Minggu (26/6) sore sekitar pukul 16.00 WIB, korban bersama bunya berjalan di sekitaran Jembatan Rel Kereta Api Perumnas Mandala. Namun sekitar pukul 17.30 WIB, seorang warga setempat melihat ibu kandung korban melemparkan Humaira Putri ke aliran sungai, sehingga korban seketika hilang terbawa arus yang cukup deras.

Mengetahui itu, warga sekitar langsung berupaya melakukan pertolongan dan pencarian, namun tidak berhasil menemukan korban yang telah tergulung arus sungai yang tergolong deras. Korban baru kemudian ditemukan setelah jenazahnya terdampar di antara tumpukan sampah di tepi Sungai Denai pada 3 Juli lalu.

Polisi yang melakukan penyelidikan atas kasus tersebut, belakangan mengetahui kalau ibu kandung korban mengalami ganguan jiwa. Guna penanganan lebih lanjut, wanita tersebut kini masih dalam pengamanan pihak kepolisian di Deli Serdang, Sumatera Utara. (LE-ME) 

Pos terkait