Wabup Wayan Diar Pimpin Rapat Monitoring Percepatan Penurunan Stunting

Wabub Bangli Wayan Diar Pimpin Rapat Percepatan Penurunan Stuning. (Foto: Dok Humas Pemkab Bangli)

Bangli, LenteraEsai.id – Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar SSTPar tampil memimpin rapat tim percepatan penurunan stunting, di Ruang Krisna Kantor Bupati Bangli, Kamis (10/5). Rapat dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dr Niluh Gede Sukardiasih MFor MARS bersama tim  BKKBN Bali

Dr Niluh Gede Sukardiasih MFor MARS menerangkan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah 5 tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada 1.000 hari pertama kehidupan menurut hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) 2021.

Ia menyampaikan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4%, dan di Provinsi Bali sebesar 10,9% yang sudah di bawah rata rata nasional. Sedangkan target penurunan stunting di Provinsi Bali tahun 2024 diharapkan menjadi 6,15% .

“Namun kini Kabupaten Bangli masih di rata-rata 11,8%. Untuk itu kedatangan kami bersama tim ingin menggali lebih dalam lagi, sebab tujuan dari kegiatan monitoring dan evaluasi ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran kendala atau hambatan serta mencari langkah tindak lanjut perbaikan program kegiatan agar dapat mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Bangli dengan strategi dan inovasi sesuai dengan kearifan lokal yang ada, selanjutnya akan kita fasilitasi bersama tim,” katanya.

Wabup Diar dalam kesempatan itu menyampaikan, selaku ketua tim percepatan stunting di Kabupaten Bangli pihaknya bersama tim kabupaten telah aktif monitoring dan mengedukasi masyarakat yang dilanjutkan dengan pembinaan langsung melalui tim pendamping keluarga.

Tak hanya itu, lanjut Wabup Diar, pihaknya juga telah mensosialisasikan melalui media radio yang dimiliki Pemkab Bangli, supaya masyarakat betul-betul paham bahwa stunting itu apa, dan apa yang harus dilakukan untuk mencegah stunting.

“Karena apapun usaha yang dilakukan bersama tim tidak akan berhasil jika masyarakat tidak perduli. Untuk itu perlunya dibarengi kesadaran untuk menjaga kesehatan yang utamanya timbul dari diri sendiri,” ujarnya.

Wabup mengatakan, kumpulkan stakeholder yang selalu siap di setiap waktu, utamanya dari desa, majelis desa, PHDI sampai ke universitas yang ada di Bangli. “Mereka kita rangkul untuk bergerak bersama membangun Bangli, dengan harapan dan target tercapai sesuai mekanisme menuju Indonesia emas,” katanya.  (LE-BL)

Pos terkait