Amlapura, LenteraEsai.id – Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Karangasem, Bali masih cukup tinggi dan setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan. Mirisnya, mereka yang terjangkit kebanyakan berusia produktif antara 20 sampai 39 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, data yang dimiliki Dinas Kesehatan dari tahun 2000 sampai 2021, tercatat sebanyak 861 kasus HIV-AIDS yang timbul di Kabupaten Karangasem.
“Dari data sebanyak itu tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Karangasem, di mana angkanya didominasi warga yang berusia produktif,” kata Putra Pertama di Amlapura, Kamis (13/1/2022).
Putra Pertama mengungkapkan, dari 861 kasus HIV-AIDS di Karangasem, 510 penderita di antaranya adalah laki-laki dan 351 sisanya perempuan. Celakanya, paling banyak terjadi pada mereka yang berusia produktif antara 20 sampai 39 tahun, yang mencapai 640 kasus.
“Untuk penyebarannya yang paling beresiko tinggi, terjadi pada hubungan suami istri yang mencapai 746 kasus. Selain itu juga ada disebarkan melalui ibu ke anak, pemasangan tato dan yang lainnya,” ujar Putra Pertama.
Guna menekan angka kasus HIV-AIDS tersebut, Dinas Kesehatan Karangasem sudah melakukan beberapa upaya pencegahan seperti melakukan tes terhadap ibu hamil untuk menemukan sedini mungkin kasus HIV-AIDS, dengan harapan tidak menularkan kepada orang-orang terdekatnya.
Jika sudah ditemukan, lanjut dia, maka akan dilakukan konseling kemudian diarahkan untuk berobat, karena obatnya juga sudah tersedia di RSUD Karangasem.
“Sebenarnya untuk di Karangasem sudah ada Kader Desa Peduli AIDS (KDPA), tersebar di 59 desa yang selalu memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungannya,” kata Putra Pertama dengan menambahkan, melalui kader itu diharapkan mampu menekan angka penduduk yang terjangkit HIV-AIDS. (LE-Jun)







