Gianyar, LenteraEsai.id – Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra memenuhi janjinya untuk membayarkan uang insentif kepada para Bendesa, Pemangku, Kelihatan Adat, Pekaseh, Sulinggih serta prajuru Majelis Madya dan Kecamatan di Kabupaten Gianyar.
Langkah bupati yang dikenal sebagai ‘Bapak Pembangunan Gianyar’ itu mendapat apresiasi yang tinggi dari para Bendesa, Kelihan Adat, Pekaseh dan para Pemangku hingga Sulinggih di Kabupaten Gianyar.
Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra ketika dihubungi Rabu (15/12) mengungkapkan, karena kondisi keuangan daerah belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19, untuk tahap awal akan dibayarkan 3 bulan dulu. “Kami usahakan hari ini cair untuk triwulan pertama kepada para Bendesa, Pekaseh, Kelihan Adat, Pemangku dan Sulinggih. Untuk pembayaran triwulan I dialokasikan dana senilai Rp 7 milliar,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, Mahayastra dari hati yang paling dalam meminta maaf karena belum bisa membayarkan insentif sepenuhnya. Hal ini tidak terlepas karena sektor pariwisata Bali termasuk Gianyar yang belum pulih hingga berdampak langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar. “Mari berdoa bersama-sama semoga Covid-19 bisa segera berlalu dan pariwisata pulih. Jika PAD sudah kembali normal, maka pembayaran insentif Bendesa hingga Sulinggih akan diprioritaskan,” katanya, menegaskan.
Sementara itu Ketua Pasubayan Bendesa Gianyar Ngakan Putu Sudibya menyambut gembira dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Bupati Made Agus Mahayastra. Kebijakan ini adalah bentuk nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Gianyar kepada para Bendesa, Kelihan Adat, Pekaseh, Pemangku dan para Sulinggih.
“Kami sebenarnya tidak menyangka insentif akan dibayarkan mengingat kondisi PAD Gianyar yang menurun signifikan karena dampak pandemi Covid19. Ini sebuah keberanian dan komitmen dari seorang pemimpin yang perlu dicontoh oleh pemimpin lain,” ungkapnya.
Sementara Bendesa Adat Panyembahan Gianyar Ida Bagus Sulaksana mengucapkan terima kasih kepada Bupati Gianyat Made Agus Mahayastra yang sudah menepati janjinya membayarkan insentif. Hampir semua Bendesa tidak mempersoalkan insentif yang baru hanya dibayar untuk triwulan pertama saja.
“Kami memahami kondisi sekarang masih sulit. Bisa dibayar triwulan pertama saja itu sudah luar biasa dan sangat kami apresiasi. Sekali lagi terima kasih Bapak Bupati,” ucapnya, menandaskan. (LE-GN1)







