BadungHeadlines

Persaingan Ketat, SMK Pariwisata dan SMK TI Mengwitani Tetap Eksis

Badung, LentetaEsai.id – SMK Pariwisata Mengwitani di Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung merupakan pionir sekolah pariwisata di wilayah kabupaten yang kerap dijuluki daerah terkaya di Provinsi Bali itu.

Sekolah kejuruan yang bernaung di bawah Yayasan Nadi Wisata Bali, tercatat telah berdiri sejak 33 tahun silam, yakni pada 1988.

Dalam bentang waktu tiga dekade lebih itu, SMK Pariwisata Mengwitani yang sekarang dipimpin I Made Darma Putra SPd, terhitung sudah menamatkan ribuan tenaga kepariwisataan berkompetensi, yang terserap di berbagai lahan usaha kepariwisataan di Bali.

Setelah sukses mengembangkan SMK Pariwisata, Yayasan Nadi Wisata yang ketua umumnya kini dipercakan kepada Drs I Ketut Jaya Kusuma SH, tahun 2010 membuka SMK Teknologi Informasi (SMK TI), karena melihat pasar sangat membutuhkan sumberdaya manusia (SDM) yang menguasai TI.

Drs I Ketut Sukanthajaya yang sebelumnya Wakasek SMK Pariwisata Mengwitani, kini dipercaya sebagai Kepala SMK TI Mengwitani. Pewarta LenteraEsai.id (LE) Rabu, 24 November 2021 berbincang-bincang dengan kedua kepala sekolah tersebut, di kantornya di Mengwitani.

Perbincangan mengenai seputar menghadapi persaingan hingga kini tetap bisa eksis, berlansung dengan penuh keakraban, yang sesekali diselingi canda riang.

Drs Ketut Sukanthajaya dan Made Darma Putra SPd senada menyebutkan bahwa beberapa tahun belakangan persaingan SMK Pariwisata dan SMK TI sangat ketat. Di mana-mana muncul sekolah sejenis, sehingga memacu pihaknya untuk bekerja keras dan terus meningkatkan kualitas pendidik. Selain itu juga tentu lebih melengkapi sarana prasana penunjang guna memberikan yang terbaik bagi anak-anak didik (masyarakat).

“Memang banyaknya kompetitor menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Eranya seperti itu. Astungkara SMK Pariwisata dan SMK TI Mengwitani tetap diminati masyarakat,” ujar Sukanthajaya yang dibenarkan rekannya, Darma Putra.

Apa saja langkah-langkah konkret supaya SMK Pariwisata dan SMK TI Mengwitani tetap eksis?. Darma Putra mengatakan, untuk menjaring calon peserta didik, pihaknya bersinergi melakukan promosi ke SMP-SMP di daerah Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Itu dilakukan 2-3 bulan sebelum PPDB.

“Kami presentasi di hadapan anak-anak Kelas III SMP, baik negeri maupun swasta. Sosialisasi dan promosi keberadaan SMK Pariwisata dan SMK TI juga kami lakukan melalui internet dan media lainnya,” kata Darma Putra, menjelaskan.

Ditambahkan, pada PPDB tahun 2021/2022, SMK Pariwisata Mengwitani dapat tiga kelas, sedangkan SMK TI dua kelas. Mereka mayoritas dari Kabupaten Tabanan, Badung dan daerah lain di Pulau Dewata, ucapnya.

Kedua kepala sekolah itu mengungkapkan bahwa setiap SMK swasta pada tahun ini mengalami penurunan jumlah siswa. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya karena selama pandemi Covid-19, pariwisata Bali jatuh, akhirnya masyarakat mengarahkan putra-putrinya melanjutkan ke sekolah non pariwisata. Kemungkinan lainnya, banyak anak terserap di sekolah negeri.

“Kami yakin pandemi Covid-19 akan berangsur-angsur sirna, atau paling tidak akan menjadi endemi. Kepariwisataan Bali juga pasti akan menggeliat kembali. Tanda-tanda itu sudah terjadi. Jadi SDM keparisataan harus terus dicetak. Ketika pariwisata Bali pulih kembali, akan memerlukan banyak tenaga di bidang kepariwisataan,” ujar Sukanthajaya.

Kepala SMK Pariwisata dan Kepala SMK TI Mengwitani sependapat menyatakan sikap optimistis dan keyakinannya bahwa kedua sekolah yang mereka pimpin itu nantinya akan kembali ‘berkibar’. Karena, sekolah di bawah Yayasan Nadi Wisata tersebut sudah cukup dikenal di masyarakat, sehubungan sudah berdiri cukup lama.

Dikatakan, hampir semua lulusan dari sekolah ini dapat diserap pasar. Kendati demikian, kata Sukanthajaya, pihaknya akan terus melakukan peningkatan kemampuan pendidik, melengkapi sarana dan prasarana penunjang sesuai perkembangan dan kebutuhan pasar.

SMK TI Mengwitani memiliki dua jurusan, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta jurusan Multimedia (MM). Sedangkan SMK Pariwisata Mengwitani dengan dua jurusan pula, Perhotelan dan Tataboga.

Selain telah mencetak tenaga yang memiliki kompetensi di bidang pariwisata dan TI, kedua lembaga pendidikan ini banyak mengukir prestasi. Dibuktikan dengan banyaknya piala dan piagam yang dikoleksi di ruang kepala sekolah, baik dari hasil kompetisi di bidang akademik maupun nonakademik.  (LE/Ima)

Lenteraesai.id