Karangasem, LenteraEsai.id – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 Kodim 1623/Karangasem menggelar kegiatan sosialisasi tentang posyandu dan pencegahan stunting, bertempat di Wantilan Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Jumat (25/6/).
Komandan SSK TMMD ke-111 Kodim 1623/Karangasem Kapten Inf I Made Arjana yang juga selaku ketua panitia pelaksanaan sosialisasi penanggulangan stunting gizi dan posyandu menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud kepedulian TNI khususnya terhadap balita dan anak-anak.
“Sosialisasi posyandu dan stunting gizi ini perlu dilaksanakan karena untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya kegiatan posyandu, agar dapat memantau perkembangan balita secara baik,” kata Kapten Inf I Made Arjana.
Selain itu, kegiatan ini merupakan sebuah wujud kepedulian terhadap masyarakat dan pelayanan sosialisasi kesehatan seperti ini juga merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan non fisik yang dilakukan oleh personel Satgas TMMD ke-111 Kodim Kodim 1623/Karangasem.
Dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut Satgas TMMD bekerja sama dengan pihak-pihak terkait yaitu dengan Persit PD IX/Udayana, BKKBN Kabupaten Karangasem dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem. Sedangkan untuk narasumbernya adalah Wakil Ketua Persit Cabang XXXVIII Dim 1623/Karangasem Nyonya Puji Wuliyono dan I Gusti Ayu Manik dari Puskesmas Selat.
Pada kegiatan tersebut nampak para ibu-ibu yang memiliki anak dan balita sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut, guna memahami pencegahan penyakit campak dan gizi buruk terhadap anak-anak dan balitanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Puji Wuliyono selaku narasumber menerangkan bahwa dalam penyuluhan pencegahan stunting pihaknya akan memberikan pengetahun tentang kondisi balita yang mengalami stunting.
Menurut Nyonya Puji Wuliyono, faktor penyebab stunting antara lain pola pengasuhan balita yang salah, kekurangan gizi pada saat bayi, asupan makanan bergizi kurang dan kurangnya kebersihan lingkungan tempat tinggal serta pernikahan usia dini.
“Dampak dari stunting di antaranya terjadi gangguan pertumbuhan fisik, metabolisme dan jangka panjangnya anak-anak menjadi kurang cerdas dan anak menjadi sering sakit serta bisa timbul penyakit diabetes,” kata Nyonya Puji Wuliyono.
Sedangkan untuk mencegah stunting adalah dengan cara pola asuh balita yang baik, asupan gizi yang baik pada balita dan kesehatan serta sanitasi lingkungan yang sehat dan bersih. (LE-Jun)







