Penuturan Sekretaris LVRI Badung (2 Habis): Gagal Dapat Hibah, Pegawai Juga Ditarik

Pewarta Lentera Esai.id berfoto bersama Sekretaris LVRI Badung I Made Sandi (kanan)

Badung, LenteraEsai.id – Markas Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Badung dikomandani I Gusti Ngurah Sandiarta, seorang pejuang kemerdekaan asal Desa Petang, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali.

Organisasi yang mewadahi para veteran itu sekarang bermarkas di kompleks eks rumah jabatan milik Pemkab Badung di Banjar Kwanci Dalung, Kecamatan Kuta Utara.

Bacaan Lainnya

Sekretaris LVRI Badung I Made Sandi dalam perbincangan dengan pewarta LenteraEsai di rumahnya di Banjar Bedil, Desa Baha, Kecamatan Mengwi pada Selasa, 27 April 2021 mengungkapkan, kantor veteran itu bantuan dari Pemkab Badung, statusnya hak guna pakai. Selain dipinjami kantor, juga mendapat bantuan dua orang staf (pegawai) dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja. Listrik dan telepon juga dibayar Pemkab Badung.

“Tetapi semenjak terjadi Covid-19, pegawai ditarik ke Dinas Sosial. Sehari-hari mereka kini ngantor di Dinas Sosial, hanya sekali-sekali ke Kantor LVRI Badung,” ujar Made Sandi.

Sekretaris LVRI Badung yang merangkap Sekretaris Markas LVRI Daerah Bali itu, mengakui kalau dirinya kini jarang-jarang datang ke Kantor LVRI Badung. Hanya Senin -Kamis ngantor ke LVRI Bali. Kalau pegawai bawa surat dan sebagainya, mereka ke Kantor Veteran Daerah Bali, atau diantar ke rumah.

Menyinggung masalah bantuan, Made Sandi menyebutkan bahwa LVRI Badung gagal mendapat bantuan dana hibah dari Pemkab Badung. Padahal LVRI Cabang Tabanan, Jembrana dan lainnya sudah mendapat bantuan dana tersebut dari Pemkab masing-masing.

Sehubungan dengan itu, LVRI Badung tidak bisa apa-apa. Nambah kesejahteraan pegawai, pengurus dan lainnya, misalnya. Sedang anggota veteran atau jandanya mendapat tunjangan veteran (gaji) setiap bulan. Besarnya bervariasi, sesuai masa perjuangan dulu, ujarnya.

Masih menurut penuturan Made Sandi yang mengaku saat pendudukan Jepang baru berusia 15 tahun, para veteran selain mendapat gaji, ada pula dapat bantuan perbaikan rumah dari Pemkab Barung dan instansi lainnya.

Tetapi tidak semua, diprioritaskan yang kondisi rumahnya tidak layak huni. “Kami (LVRI Badung) yang usulkan ke Pemkab Badung. Pernah dapat bantuan perbaikan rumah 30 unit untuk 30 anggota veteran. Saya juga dapat, anggarannya Rp 30 juta kalau tidak salah,” papar Sandi.

Kemudahan-kemudahan lainnya yang diterima anggota veteran pejuang juga banyak. Misalnya kalau menggunakan fasilitas penerbangan, fasilitas rumah sakit, keringanan biaya pendidikan bagi putra-putri veteran. Biaya pengabenan kalau ada veteran yang meninggal dunia. Ada dari Pemkab Badung dan Pemprov Bali.

Pada prosesi pengabenan anggota veteran, biasanya disertai apel persada dan tembakan salvo, Begitu juga saat penguburan, kata Sandi sembari menambahkan, saat ini anggota veteran dan janda veteran di Badung tercatat sebanyak 900 orang. Itu berdasarkan daftar yang menerima gaji di Kantor Taspen tiap bulan.

Di Kabupaten Badung, lanjut Sandi, anggota veteran pejuang paling banyak terdapat di Kecamatan Mengwi, kemudian di Kecamatan Petang, menyusul Kecamatan Abiansemal dan seterusnya.  (LE-Ima)

Pos terkait