Gempa Guncang Sukabumi, Warga Panik Rasakan Getaran Seperti Truk Berlalu

Pusat gempa berada di laut 103 km Tenggara Kabupaten Sukabumi, 104 km Barat Daya Kota Sukabumi, 118 km Barat Daya Kabupaten Bandung

Sukabumi, LenteraEsai.id – Bencana alam gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,6 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya. Gempa bumi ini dirasakan warga pada hari Selasa, 27 April 2021 pukul 16.23 WIB.

Berdasarkan laman website Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terungkap bahwa pusat gempa berada di laut 103 km tenggara Kabupaten Sukabumi, atau 104 km barat daya Kota Sukabumi, 118 km barat daya Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 14 km.

Bacaan Lainnya

Pusdalops BNPB menerima laporan dari beberapa BPBD terkait adanya gempa yang dirasakan di masing-masing daerah. BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan gempa dirasakan kuat selama kurang lebih 15 detik, sementara gempa sekitar 5 detik dirasakan warga di Kota Bogor dan Kabupaten Pangandaran. Namun di Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Bogor gempa dirasakan lemah oleh warga.

Sementara itu, BMKG mengidentifikasi peta guncangan dengan skala MMI, sebagai berikut: III MMI di Sukabumi, Rangkasbitung, Bayah, Cihara, Cilonggrang, Panggaarangan dan Bogor. Sementara II MMI dirasakan di Jakarta, Bandung dan Tangerang Selatan.

Skala Mercalli atau MMI merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Parameter III MMI mendeskripsikan getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

“Gempa yang sempat membuat panik warga tersebut telah dikonfirmasi oleh BMKG tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang namun selalu siap siaga terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” ujar Dr Raditya Jati selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melalui siaran rilis pada media, Selasa petang.

Menurutnya, kondisi terakhir pascagempa, masyarakat sudah kembali kondusif dan belum ada laporan terkait dampak gempa. Berdasarkan kajian InaRisk BNPB, wilayah Sukabumi memiliki bahaya gempa bumi sedang hingga tinggi dengan luas risiko 271 ribu hektare atau sekitar 47 kecamatan terpapar risiko gempa bumi.

BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa bumi yang dapat terjadi waktu-waktu. Dalam konteks bahaya gempa bumi, dampak korban jiwa sering terjadi akibat reruntuhan bangunan. Masyarakat dapat mengakses InaRISK untuk mengidentifikasi potensi risiko di sekitar tempat tinggal warga. (LE-SK)

Pos terkait