Bangli, LenteraEsai.id – Beberapa hari belakangan ini pemberitaan di media sosial sempat mencuatkan video sebuah teknik pengobatan yang terbilang ‘ganjil’ yang dilakukan oleh seorang balian, yang konon berasal dari Bangli, Bali.
Di mana pengobatan dilakukan dengan cara ‘menyedot’ beberapa bagian tubuh pasien yang datang berobat.
Video yang menayangkan gambar tentang praktik balian tersebut, sempat viral dan menuai beragam komentar dari para netizen, yang mayoritas menghujani teknik pengobatan yang dilakukan balian bersangkutan dengan sebutan cabul.
Akhirnya melalui media sosial yang diunggah akun ajikdw, keluarga balian yang enggan disebut namanya, pada Selasa (20/4/2021) malam melakukan klarifikasi lewat tayangan video yang juga diunggah di media sosial.
Dalam klarifikasi tersebut dikatakan bahwa metoda pengobatan memang dilakukan dengan cara ‘menyedot’ penyakit yang ada di dalam tubuh pasien, baik itu pasien perempuan maupun laki-laki.
Proses ‘penyedotan’ tidak dilakukan setiap hari, melainkan hanya pada setiap tibanya rahinan Kajeng Wage. Pasien yang berobat di hari biasa tidak akan mendapat prosesi seperti yang tertayang dalam video yang sempat viral tersebut.
Dalam proses ‘menyedot’, Jero Balian yang bertindak sebagai orang yang sedang mengobati pasiennya, selalu dalam keadaan trance atau kelinggihin ida sesuhunan. Gender pun tidak hanya wanita saja, namun juga laki-laki diperlakukan sama.
“Ida puniki tedun ngelinggihin raga sang Jero Balian. Biasanya proses ‘sedot’ ini mendeteksi penyakit secara otomatis. Kadang mohon maaf, menang letaknya di bagian tubuh yang tidak lazim. Tetapi terkadang juga hanya di kepala saja, tergantung seberapa banyak penyakit yang dimiliki oleh si pasien. Tak hayal juga kadang seorang Jero puniki sampai menyedot kaki seorang pasien yang kadang memiliki penyakit kulit ((busuk kaki),” ujar narasumber yang mengaku sebagai rerama Jero Balian.
Menurutnya, dalam logika orang normal yang dalam keadaan sadar, apalagi seorang Jero, tidak akan pernah melakukan hal tersebut. Tetapi, karena dalam keadaan dilinggihin sesuhunan yang beliau iring, entah itu rencang-rencang yang merasuki raganya, Jero Balian dalam keadaan trance tanpa canggung membersihkan penyakit si pasien. Sama sekali tidak merasa jijik.
Dikatakan bahwa praktik ini sudah berjalan sekitar 15 tahun. Bahkan banyak pasien sudah disembuhkan oleh Jero Balian. Keluarga pasien pun sudah menyetujui akan hal tersebut kalau memang berobat pas rahina Kajeng Wage, yakni saat proses ‘penyedotan’ boleh dilakukan. Dan banyak orang yang menyaksikan.
Dalam video yang tertayang, sebenarnya terdapat 12 orang pasien lain yang turut menyaksikan proses itu. Masing-masing pasien mengajak sanak keluarga yang mengantar untuk menyaksikan proses ‘penyedotan’ dilakukan.
“Mohon untuk tidak beropini negatif terhadap apa yang belum jelas diketahui. Semoga sedikit informasi ini bisa sedikit membuka pikiran para netizen sekalian,” kata juru bicara Jero Balian, menyampaikan. (LE-BL)







