DenpasarHeadlines

Tertangkap Basah Mengamen, 6 Orang Dipulangkan ke Daerah Asal

Denpasar, LenteraEsai.id – Masa pandemi, membuat banyak orang yang kehilangan pekerjaan akibat sektor industri dan pariwisata sangat terdampak dengan kondisi ini. Tidak heran, berbagai pekerjaan dilakoni agar dapat menghidupi keluarga.

Kali ini, pihak Satpol PP Kota Denpasar,  mengamankan sebanyak 6 pengamen, pedagang asong dan pengemis yang beraksi di sejumlah titik pada Minggu (18/4) siang.

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, dari 6 orang yang dijaring pihaknya, 2 tertangkap basah sedang mengamen, 2 menjual dagangan dengan cara mengasong, dan 2 lainnya mengemis di jalanan umum.

Semua pelaku yang kini diamankan di Kantor Satpol PP Denpasar itu, tercatat sebagai penduduk yang berasal dari luar Provinsi Bali. “Untuk langkah selanjutnya, mereka akan kami pulangkan ke daerah asalnya,” ucapnya.

Sayoga mengungkapkan, cukup banyaknya pengamen, pengasong dan pengemis yang mengambil pekerjaan seperti itu, diduga kuat sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, hingga banyak orang kehilangan pekerjaan.

Untuk menyambung hidup, kata Sayoga, mereka nampaknya mencari jalan keluar dengan menjadi pengamen, pengasong maupun pengemis di jalanan umum.

Terlepas dari itu, lanjut Sayoga, mereka tidak memahami kalau menjadi pengamen, pengasong dan pengemis sangat menggangu ketertiban dan tatanan kota. Selain itu, menjadi gepeng dan pengamen tidaklah jalan keluar yang bagus, karena mereka sesungguhnya bisa mencari pekerjaan lain untuk menyambung hidup.

Agar hal ini tidak terjadi lagi, Sayoga berharap semua pihak ikut mengawasi mereka, sehingga di Kota Dempasar tidak lagi ditemukan warga yang hidup menggelandang.

Pada kesempatan itu, kata dia, pihaknya juga memberikan pembinaan dan imbauan kepada mereka agar selama pandemi Covid-19 tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker dan sering mencuci tangan.

Sebelum dipulangkan ke daerah asalnya, mereka terlebih dahulu diberikan pembinaan, sekaligus mengingatkan agar tidak lagi hidup menggelandang di Kota Denpasar, katanya, menjelaskan.  (LE-DP)

Lenteraesai.id